Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Usai Perayaan Malam Pergantian Tahun, Pantai di Badung Dikepung Sampah Kembang Api, Begini Kata DLHK Badung

Made Dwija Putera • Kamis, 2 Januari 2025 | 15:00 WIB
PENUH SAMPAH: Sejumlah sampah bekas kembang api yang dinyalakan saat perayaan malam tahun baru yang telah bercampur dengan sampah kayu mengotori kawasan Pantai Kuta dan sekitarnya, Rabu 1 Januari 2025
PENUH SAMPAH: Sejumlah sampah bekas kembang api yang dinyalakan saat perayaan malam tahun baru yang telah bercampur dengan sampah kayu mengotori kawasan Pantai Kuta dan sekitarnya, Rabu 1 Januari 2025

MANGUPURA,  Radarbali.id–Pada malam pergantian tahun baru dari 2024 ke 2025, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung mencatat volume sampah mengalami peningkatan. Karena, pesta malam pergantian tahun baru, banyak menyisakan sampah atau selongsong kembang api yang berserakan hampir  di seluruh pantai di Badung.

Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Badung  Anak Agung Gede Agung Dalem menjelaskan, ada peningkatan pada tahun ini. Selain pantai dipenuhi sampah organik seperti ranting atau kayu, juga penuhi selongsong sisa kembang api  pesta pergantian tahun.

 ”Mengawali tahun baru, ada peningkatan volume sampah 10-20 persen dari biasanya,” jelas pria yang akrab dipanggil Gung Dalem ini.

Lebih lanjut, DLHK Badung juga telah rutin menerjunkan personelnya dan juga bantu sejumlah alat berat.

”Sampah kiriman di pantai ini sudah terjadi sejak tanggal 4 Desember 2024. Semua personel kami terjunkan sesuai tugasnya dan juga alat berat kami ada 9 unit di pantai,” terangnya.

Imbuhnya, sejak terjadinya fenomena sampah kiriman, DLHK Badung telah berhasil mengangkut  799 ton sampah dan yang belum terangkut 550 ton. ”Fenomena sampah kiriman ini kami prediksi terjadi sampai akhir Maret 2024,” terangnya.

Sementara untuk sampah kiriman berupa kayu, DLHK Badung telah melakukan pemilahan. Kemudian, sampah itu dibawa ke pusat daur ulang Mengwitani untuk dicacah dan dijadikan kompos. ”Sampah organik berupa kayu kami pilah untuk dijadikan kompos,” jelasnya.

Editor : Made Dwija Putera
#tahun baru #pesta kembang api #Sampah Kembang Api #sampah pantai Kuta #DLHK Badung