MANGUPURA, Radarbali.id– Perumda Tirta Mengutama terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi para pelanggan yang ada di seluruh wilayah Badung. Bahkan, di tahun 2025 ini sudah menggulirkan dan juga merancang berbagai program. Mulai memberikan pelayanan prima dan juga optimalisasi pelayanan air bersih di wilayah Badung selatan.
Direktur Utama Perumda Tirta Mangutama I Wayan Suyasa menerangkan, bahwa sesuai buku kinerja yang diterbitkan Kementerian PUPR pada Bulan April 2024, Perumda Tirta Mangutama mendapatkan peringkat tertinggi nilai kinerja 2024 untuk Wilayah IV ( Pulau Bali, Nusra, Maluku dan Papua ) dengan Nilai Kinerja 4,21 ( sehat ). Kemudian, peringkat kedua Nasional untuk BUMDAM dengan Jumlah Pelanggan 50.001 - 100.000 SL.
Selain itu, penerima Anugerah Program Bisnis Terpuji Kategori Inovator Pembangunan infrastruktur Air Bersih ramah lingkungan ( Detik Award 2025). Selain itu juga mendapat implementasi Good Corporate Governance berdasarkan Assessment dari BPKP mendapatkan score 82,919 ( baik ) dan implementasi peningkatan penggunaan produk dalam Negeri dalam pengadaan barang dan jasa di Perumdam Tirta Mangutama. ”Optimalisasi dana penyertaan dari Pemda Badung untuk pembangunan reservoir ( pembangunan reservoir di Kampial kapasitas 1.000 M3, di Labuan Sait Kapasitas 3.000 M3, di Puspem Badung kapasitas 4.000 M3 dengan total biaya sebesar Rp. 53.843.368.377 ,” jelas Suyasa yang didampingi Direktur Umum I Made Sugita dan Direktur Teknik I Made Suarsa, kemarin.
Selain itu, peresmian Kantor Pusat Perumdam tirta Mangutama di Jl. Raya Kapal Nomor 14. Begitu juga telah dilakukan peresmian teaching factory Air minum dalam kemasan sebagai wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan industri. ”Fasilitas ini akan dioperasikan oleh PT. ITS Badung Hebat, anak perusahaan PT. ITS Tekno Sains, yang bekerja sama dengan PT. Badung Hebat Jaya, anak perusahaan Perumda Tirta Mangutama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pembayaran non-air untuk Sambungan Baru dapat dilakukan di seluruh unit penagihan. Selain itu, disediakan opsi pembayaran online melalui kerja sama dengan Bank Mandiri. Kerja sama pembayaran online untuk sambungan baru ini merupakan yang pertama kalinya di wilayah Bali Nusra. ”Dengan adanya layanan pembayaran online ini, diharapkan dapat mempermudah calon pelanggan untuk menjadi pelanggan, sehingga cakupan pelayanan dapat meningkat,” terangnya.
Direktur Teknik I Made Suarsa menambahkan, rencana program tahun 2025 yakni untuk menjadikan Perumdam Tirta Mangutama sebagai benchmark bagi instansi lain yakni diperlukan pengembangan program yang strategis, inovatif, dan berfokus pada keberlanjutan. Gedung baru akan dilengkapi command center dan museum air.
Command Center yakni sebuah sistem pemantauan real-time atau membangun sistem pemantauan kualitas dan distribusi air secara real-time dengan IoT (Internet of Things) untuk memonitor tekanan, kebocoran, dan konsumsi air. Integrasi Teknologi GIS (Geographic Information System) untuk memetakan jaringan distribusi air, identifikasi wilayah rawan masalah, dan perencanaan ekspansi layanan. Layanan respons cepat menggunakan command center untuk mempercepat respons terhadap keluhan pelanggan dan mitigasi kebocoran atau gangguan teknis.”Selain itu, akan disediakan dashboard transparan tentang data operasional seperti kualitas air, efisiensi distribusi, dan layanan pelanggan yang dapat diakses masyarakat,” jelas Suarsa.
Lebih lanjut, dilakukan pengembangan museum air. Di dalamnya berisi edukasi Interaktif menggunakan teknologi modern untuk menjelaskan siklus air, pengolahan air, dan pentingnya konservasi. Pameran berbasis sejarah yakni akan ditampilkan perjalanan sejarah pengelolaan air di Perumdam Tirta Mangutama, termasuk inovasi teknologi yang digunakan (dengan konsep Biorama, di mana media edukasi yang digunakan secara tiga dimensi (3D) dan interaktif).
Zona ramah anak, akan dibuat area belajar interaktif bagi anak-anak untuk memahami pentingnya air bersih dan pelestarian lingkungan. Kemudian, POINT ( Pos Pelayanan Mandiri Tirta Mangutama )adalah anjungan pembayaran swalayan dan sarana penyampaian keluhan pelanggan. POINT ini akan ditempatkan di Unit Penagihan dan Mall Pelayanan Publik milik Pemerintah Kabupaten Badung. ”POINT merupakan salah satu Inovasi sistem informasi teknologi yang akan diluncurkan oleh Perumda Air Minum Tirta Mangutama bertujuan untuk mempermudah pelayanan era digitalisasi ,” bebernya.
Lebih lanjut, untuk meningkatkan pelayanan, Perumda juga telah berproses dalam kerja sama business to business (b to b) untuk optimalisasi pelayanan di Badung Selatan. Karena, Perumda Air Minum Tirta Mangutama dalam pengembangan SPAM, memanfaatkan sumber dana dari Swasta dengan kerja sama dengan pihak swasta dalam bentuk kerja sama bisnis to bisnis (BtoB). ”Saat ini kerja sama yang sudah terealisasi adalah kerja sama optimalisasi dan peningkatan kapasitas produksi IPA Estuary dengan teknologi membrane bio reactor dan decolour system dengan peningkatan kapasitas produksi dari 500 lps menjadi 750 lps dengan nilai investasi Rp. 87,000.000.000, kerja sama ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih wilayah pelayanan Kuta dan Kuta Selatan,” ungkapnya.
Untuk sistem distribusi, Perumda Air Minum Tirta Mangutama sedang melakukan langkah-langkah kerja sama. Yakni, kerja sama optimalisasi jaringan distribusi perpipaan dengan PT. Tiara Cipta Nirwana. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan layanan wilayah Kuta Selatan khususnya kawasan strategis pariwisata nasional Nusa Dua. Kerjasama bisnis to bisnis dalam pelaksanaan pemasangan pipa transmisi bawah laut pada jalur jalan tol Bali Mandara dari IPA Estuary sampai exit tol Nusa Dua dengan panjang 7.700 m menggunakan pipa HDPE diameter 800 mm dengan nilai investasi Rp. 98.000.000.000. ” Tahapan Kerjasama saat ini telah melewati reviu studi kelayakan oleh pihak BPKP dan saat ini tahap tindak lanjut reviu oleh PT. Tiara Cipta Nirwana. Target pelaksanaan tahun 2025,” terangnya.
Selain itu, kerja sama Investasi pengembangan sistem penyediaan air minum Kuta Utara -Kuta Selatan dengan PT. Tiga lapan Adam Internasional. Kerja sama dalam pelaksanaan pemasangan distribusi di wilayah pelayanan desa Pecatu dan Ungasan sebanyak 10 ruas/lokasi. Tujuan pemasangan pipa ini untuk meningkatkan cakupan dan keterjangkauan pelayanan di wilayah Pecatu dan Ungasan, pemasangan pipa dengan menggunakan pipa HDPE dari diameter 400 mm sampai dengan 150 mm dengan nilai investasi Rp. 131.000.000.000. ”Tahapan kerja sama saat ini dalam tahap permohonan review studi kelayakan oleh BPKP Perwakilan Bali,” ungkapnya.
Imbuhnya, Direktur Umum I Made Sugita, Perumda tidak hanya melakukan kerja sama tetapi juga menggulirkan program corporate social responsibility yakni salah satu implementasi program Taman Tirta. Kemudian, ada pemberian dispenser kepada sekolah di wilayah Badung, instansi/OPD. Penghijauan mangrove bekerja sama dengan Politeknik Negeri Bali dan Universiti Teknologi Mara ( UiTM ) Malaysia sesuai surat pernyataan kehendak untuk kerja sama Strategis Nomor : 02696/PL8/KS.00/2025 tentang Program Pengabdian Masyarakat Pendekatan Komprehensif untuk program konservasi air guna mendukung pariwisata hijau. ”Ada juga penanaman pohon, pembuatan sumur permanen air hujan, dan water education,” pungkasnya. ***
Editor : Made Dwija Putera