SEMPIDI, radarbali.jawapos.com – Untuk kesekian kali, pelayanan PDAM Kabupaten Badung Bali kembali bermasalah.
Air yang mengalir ke rumah-rumah pelanggan keruh bahkan hitam seperti air kopi. Ini bukan sekali ini saja terjadi. Tapi sudah berulang-ulang.
”Kami hilang kesabaran, kalau warga telat bayar di denda, giliran pelayanan air seperti kopi ini apa tanggung jawab PDAM Badung, jangankan untuk minum, dibuat mandi pun menjijikkan,” cetus Ketut Suadana, salah seorang warga Banjar Gede Sempidi, Badung, saat melaporkan masalah yang dialami di grup Whatsapp warga perumahan, Senin 16 Juni 2025 pagi.
”Katanya PDAM perusahaan daerah air minum, lah ini faktanya untuk mandi saja tidak layak,” cetus Puji, warga Sempidi lainnya.
Warga lainnya bahkan melaporkan aliran air yang keruh ini jika dibuat mandi malah gatal-gatal.
”Gatal pak kalau dibuat mandi, bingung ini mau mandi,” ujar Hendra, warga lainnya.
Sebelumnya, tepatnya 26 Mei 2025 lalu pelayanan juga sama. Air keruh dan hitam. Sejumlah warga bahkan terpaksa mandi dengan air isi ulang.
”Keweh niki, kone daerah terkaya, adi macem kene pelayanan PDAM Badung,” sentil Irwan, warga Banjar Uma Buluh Canggu, Badung, di status Whatsapp nya.
Sebelumnya Direktur Utama PDAM Badung I Wayan Suyasa berdalih sedang melakukan flusing jaringan alias pembersihan mesin air, sehingga layanan terganggu. Namun faktanya saat ini kembali bermasalah.
Ketika dikonfirmasi kembali Senin siang via sambungan Whatsapp Suyasa mengakui terjadinya kekeruhan layanan.
"Kekeruhan di beberapa titik pelayanan diakibatkan oleh off nya Dp-Dp di Darmasaba karena ada nya pengangkatan valve 8 di dp 6 yang terkena galian rekonstruksi trotoar oleh PUPR Badung," kata Suyasa. ***
Editor : M.Ridwan