MANGUPURA, radarbali.jawapos.com - Pesan toleransi antar umat beragama kembali digaungkan dari Perumahan Bumi Dalung Permai, Kuta Utara, Badung, Bali.
Tepatnya di Banjar Tempekan Bhineka Nusa Kangin. Sejumlah tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat hadir di Perayaan Hari Besar Keagamaan yang berlangsung Rabu (15/4/2026) ini.
Di barisan depan tampak Tokoh Masyarakat Dalung yang juga Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Badung, Dr. Drs. Putu Parwata, MK, MM.
Ia duduk berdampingan dengan H. Nur Abidin, S.H., M.H., CTL, dan Sekretaris Desa Dalung, I Made Trimayasa, SE.
Di deretan sebelahnya ada KH. Anwar Hamid, S.Pd dari perwakilan umat Islam, Pendeta Muda Robert Nico Andreas dari perwakilan umat Kristen, dan Ni Luh Erna dari perwakilan umat Hindu.
Di bagian akhir acara, mereka menyampaikan tausiyah, pesan Paskah dan dharma wacana.
Acara Perayaan Hari Besar Keagamaan ini mengusung tema, “Melalui Dharma Santhi Penyepian, Idul Fitri, dan Paskah, Banjar Tempekan Bhineka Nusa Kangin, Mari Kita Rawat Harmoni dengan Rajutan Toleransi Beragama.”
Dalam kata sambutannya, Kelian Dinas Banjar Bhineka Nusa Kangin, Wayan Sarma menyatakan, kebersamaan ini merupakan modal utama dalam membangun lingkungan yang ia pimpin.
“Karena itu, kita harus jaga keharmonisan di antara sesama umat beragama,” pesannya.
Dan yang lebih membanggakan, merayakan hari besar keagamaan secara bersama-sama seperti ini belum pernah dilakukan di Dalung atau Kuta Utara, bahkan Kabupaten Badung.
Sedangkan di Banjar Bhineka Nusa Kangin, kegiatan semacam ini telah ketiga kalinya dilakukan.
Senada dengan itu, Sekretaris Desa Dalung, I Made Trimayasa, SE yang hadir mewakili Perbekel Desa Dalung menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama atas peran positifnya selama ini.
Tidak ketinggalan, ia pun menyampaikan pantun dari unsur tiga agama, Hindu, Islam dan Kristen. “Pantun ini titipan dari Bapak Perbekel Desa Dalung,” kilahnya.
Sementara itu, menurut Camat Kuta Utara, sebagaimana disampaikan Ketut Astina, acara Dharma Santhi Nyepi sekaligus perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Paskah ini terasa sangat istimewa.
Kita bisa memperkuat nilai-nilai toleransi, persaudaraan dan kebersamaan. Nyepi mengajarkan kita introspeksi diri. Idul fitri mengajarkan kita saling memaafkan. Dan Paskah mengajarkan kita tentang pengorbanan kasih.
Sebagai kunci, Tokoh Masyarakat Dalung yang juga Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Badung, Dr. Drs. Putu Parwata, MK, MM, berpesan agar kegiatan seperti ini harus terus dirawat dengan baik.
“Belum ada yang seperti ini, ternyata ada di Bhineka Nusa Kangin,” ungkapnya bangga.
Lebih lanjut Putu Parwata menegaskan, inilah simbol yang harus terus kita jaga dan kita bingkai dalam kerangka kebersamaan. Kita harus menghayati Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila.
Ini merupakan satu bagian yang tidak bisa lepas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sehingga dengan demikian apa yang menjadi harapan dan cita-cita bangsa melalui Pancasila dapat kita wujudkan bersama-sama. Dan harmonisasi akan bisa terbangun.
“Saya berharap kegiatan ini terus dilaksanakan sebagai jembatan kita bersama-sama membangun hal yang positif, membangun peradaban yang baik,” pungkasnya. (har)
Editor : Rosihan Anwar