Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mencekam! Terkepung Ombak di Tebing Uluwatu, Dua WNA Rusia Dievakuasi Basarnas dengan Helikopter

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 24 April 2026 | 09:03 WIB
Operasi penyelamatan dua turis Rusia yang terjebak di tebing Pantai Cemongkak, Uluwatu, Kuta Selatan. (Foto; Kantor Pencarian dan Penyelamatan Kelas A Denpasar)
Operasi penyelamatan dua turis Rusia yang terjebak di tebing Pantai Cemongkak, Uluwatu, Kuta Selatan. (Foto; Kantor Pencarian dan Penyelamatan Kelas A Denpasar)

RADAR BALI – Operasi penyelamatan dramatis dilakukan oleh tim SAR gabungan terhadap dua pelancong asal Rusia, Sergei Starostin (51) dan Diana Zolotova (20).

Keduanya tengah berenang dengan jaket pelampung namun terseret arus hingga terjebak di dasar tebing Pantai Cemongkak, Desa Pecatu, Kuta Selatan, pada Kamis (23/4) siang.

Insiden tersebut terungkap saat pegawai Beach Club El Kabron bernama FIKA menerima panggilan darurat dari nomor asing sekitar pukul 11.30 Wita. 

Korban mengaku mengetahui nomor telepon klub pantai tersebut setelah melihat papan reklame yang terpampang di dinding tebing tempat mereka terdampar.

Setelah menerima laporan dari pihak beach club, Polresta Denpasar segera berkoordinasi dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar untuk melakukan penyelamatan.

Evakuasi Menggunakan Teknik Hoisting

Medan yang ekstrem dan naiknya permukaan air laut menjadi tantangan utama di lapangan.

Mengingat akses darat yang sulit dan risiko keselamatan akibat gelombang tinggi, Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya memutuskan mengerahkan helikopter SGi Air Bali untuk mempercepat proses pemindahan korban.

Pukul 14.46 Wita, helikopter yang membawa lima personel Basarnas bertolak dari helipad di Benoa. Tim SAR lantas mengarah ke Pecatu dan menurunkan tim penyelamat dengan sling baja. 

Tim SAR lantas menggunakan teknik hoisting, yakni menaikkan korban ke kabin pesawat menggunakan tali baja saat helikopter dalam posisi melayang.

"Tidak ada permasalahan yang begitu signifikan, tetapi harus lebih cepat dalam proses tersebut karena melihat gelombang yang cukup naik, dan kita menggunakan hoisting, dan satu per satu korban bisa kita evakuasi," ungkap I Nyoman Sidakarya.

Kondisi Akhir Korban

Berdasarkan pengamatan di lokasi, kedua warga asing tersebut sebelumnya berenang mengenakan pelampung, namun terhempas ombak besar ke karang saat hendak menepi. Akibatnya, Sergei mengalami beberapa luka sayatan di bagian siku dan kaki.

"Akhirnya keduanya berhasil diselamatkan dan selanjutnya mendarat di hellyport SGi Air Bali kurang lebih pukul 15.15 Wita," tutur I Nyoman Sidakarya.

Meskipun tim medis Klinik Nusa Medika sudah bersiaga, kedua korban memilih tidak melanjutkan pemeriksaan ke rumah sakit.

Setelah mendapatkan perawatan luka di tempat, keduanya dinyatakan dalam kondisi stabil. Keberhasilan operasi ini merupakan hasil sinergi antara Basarnas, Polairud, Balawista, serta dukungan masyarakat sekitar.***

Editor : Ibnu Yunianto
#evakuasi helikopter #Tebing Uluwatu #Turis Rusia #Pecatu #basarnas bali