RADAR BALI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung terus mematangkan langkah penanganan krisis kemacetan lalu lintas yang kian krusial di kawasan pariwisata.
Salah satu strategi utama yang tengah didorong adalah realisasi proyek jaringan jalan baru yang menghubungkan lanjutan Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Barat menerobos hingga ke kawasan Canggu dan Mengwi.
Mengingat besarnya skala investasi proyek tersebut, Pemkab Badung secara khusus berharap adanya dukungan dan intervensi pendanaan dari Pemerintah Pusat untuk merealisasikannya.
Bupati Badung Adi Arnawa menegaskan bahwa penambahan kapasitas dan jaringan jalan baru menjadi kebutuhan mendesak. Tanpa adanya pembukaan akses tembusan ini, tingkat kepadatan lalu lintas di Badung diprediksi akan semakin parah dan mengganggu iklim pariwisata daerah.
“Karena kelihatannya kalau itu tidak kita lakukan, ini akan menambah macet. Nah, kami berharap untuk upaya ini, kalau bisa, pemerintah pusat ikut membantu. Karena bagaimanapun juga, ini salah satu menjadi biang kemacetan kami di Badung. Dan jujur, masalah kemacetan di Bali ini kan ada di Badung dan di Denpasar,” jelas Adi Arnawa.
Usulan tersebut disampaikan dalam rakor pengembangan infrastruktur Bali yang dihadiri Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono dan Gubernur Bali Wayan Koster. Mantan Sekda Badung ini juga mengusulkan agar jalur arteri primer tersebut dirancang menyambung hingga ke kawasan Canggu dan Mengwi.
Langkah ini diharapkan mampu memecah beban arus kendaraan dari arah Gilimanuk maupun Denpasar agar tidak lagi menumpuk di jalur-jalur sempit seperti Kelurahan Kapal, Abianbase, hingga Dalung.
Profil Proyek dan Solusi Kemacetan
Proyek jalan tembusan lanjutan Gatsu Barat menuju Canggu hingga Mengwi ini dirancang mencakup jaringan jalan sepanjang 17,7 kilometer dengan lebar perencanaan mencapai 30 meter.
Secara rute atau trase, jalur ini akan menyambung titik akhir Gatsu Barat di kawasan Kerobokan menuju Canggu dan berakhir di Mengwi. Untuk meminimalkan alih fungsi lahan pertanian produktif dan subak, perencanaan trase ini diarahkan menyusuri pinggiran aliran sungai.
Keberadaan jalan baru ini ditargetkan menjadi arteri penyambung utama untuk mengatasi bottleneck yang selama ini terjadi di Simpang Kerobokan, Jalan Raya Canggu–Tanah Lot, serta koridor Dalung–Abianbase.
Jalan Raya Denpasar–Tanah Lot via Simpang Kerobokan saat ini menjadi satu-satunya akses utama menuju Canggu.
Kondisi fisiknya yang sempit dan belum memenuhi standar jalan arteri standar 11 meter membuat kawasan tersebut rentan terjebak kemacetan parah hingga berjam-jam, terutama pada jam sibuk dan musim liburan.
Tahapan dan Target Pelaksanaan
Rencana lanjutan pengerjaan Jalan Gatsu Barat–Canggu–Mengwi dasarnya telah masuk dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Badung. Berikut adalah gambaran tahapan pelaksanaannya:
Kajian & Perancangan (2025): Penyusunan Studi Kelayakan (Feasibility Study / FS) dan Detail Spatial Design.
Pembebasan Lahan (2026): Pemkab Badung menargetkan proses sosialisasi serta eksekusi pembebasan lahan warga/kawasan terdampak di sepanjang trase dapat dimulai pada tahun 2026.
Konstruksi Fisik (2027): Pengerjaan fisik jalan dijadwalkan mulai bergulir pada 2027 dengan skema pengerjaan tahun jamak (multi-years).
Target Operasional (2028): Proyek ini diproyeksikan selesai secara menyeluruh dan siap diresmikan pada tahun 2028.
Fokus Jalan Tembusan Lain di Kawasan Pariwisata
Sembari menyiapkan proyek berskala besar tersebut, Pemkab Badung juga bergerak cepat menyelesaikan proyek penanganan kemacetan jangka pendek dan menengah. Salah satunya adalah pengerjaan jalan tembusan baru yang menghubungkan kawasan Tibubeneng menuju Umalas, Kerobokan Kelod.
Proyek senilai lebih dari Rp74 miliar ini fokus pada peningkatan koridor Subak Sari/Batu Bolong, Umalas, hingga Jalan Semer. Saat ini, pengerjaan di lapangan mencakup pemadatan lahan membelah kawasan komersial dekat Cafe del Mar, peningkatan struktur aspal di Jalan Umalas Klecung, serta penggalian trotoar sepanjang 700 meter lebih.
Akses tembusan ini disiapkan sebagai alternatif utama untuk memecah simpul kemacetan di titik-titik padat wisatawan seperti Canggu, Petitenget, dan sekitarnya.
Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa kebijakan dan alokasi anggaran Pemkab Badung saat ini memang diprioritaskan penuh pada pembangunan infrastruktur jalan.
Langkah tanggap ini diambil demi menjaga kenyamanan wisatawan, mengingat daya tarik wisata Bali tidak akan cukup jika tidak ditopang oleh keterjangkauan infrastruktur yang memadai.***
Editor : Ibnu YuniantoSumber : Radar Bali