Jimbaran dan Uluwatu Bebas Macet 2027, Badung Garap Jalan Lingkar Rp 2,2 Triliun

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 14:16 WIB
Salah satu trase Jalan Lingkar Barat Badung yang menghubungkan Uluwatu-Pecatu di Kecamatan Kuta Selatan. (Pemkab Badung)
Salah satu trase Jalan Lingkar Barat Badung yang menghubungkan Uluwatu-Pecatu di Kecamatan Kuta Selatan. (Pemkab Badung)

 

RADAR BALI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung terus memacu pembangunan infrastruktur transportasi di wilayah Badung Selatan dan Kuta Utara dengan melaksanakan Pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) serta shortcut Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat.

Langkah strategis ini menjadi jawaban atas titik kemacetan parah yang kerap terjadi di empat simpul utama kawasan Kuta Selatan, mulai dari Simpang Udayana, Garuda Wisnu Kencana (GWK), sepanjang Jalan Raya Uluwatu menuju Simpang Nirmala, hingga kawasan Pecatu akibat tingginya tingkat kunjungan wisatawan.

Pada tahun ini, Pemkab Badung mengalokasikan total anggaran fantastis mencapai lebih dari Rp 2,9 triliun dalam APBD Perubahan. Dana tersebut mencakup pembebasan lahan, pemadatan tanah, konstruksi fisik jalan, pembangunan jembatan, hingga penataan jaringan utilitas.

Proyek dibiayai dengan pinjaman dari PT SMI senilai Rp 2,4 triliun dan pendapatan asli daerah Badung senilai Rp 511 miliar. 

Secara keseluruhan pada tahun 2026, Pemkab Badung mengeksekusi pengerjaan jalan sepanjang total 15,6 kilometer yang mencakup:

Proyek JLS & Lingkar Barat (Kuta Selatan)

Jalan Lingkar Barat Uluwatu–Labuan Sait–Padati–Pecatu

Pura Kulat–Labuan Sait

Proyek Akses Kuta Utara (Panjang 4,7 km, Lebar 10 m):

Jalan Subak Sari–Umalas

Jalan Banjar Semer–Teuku Umar Barat

Jalan Pengubengan

Jalan Subak Kedampang

Detail Trase dan Rekayasa Lalu Lintas Kuta Selatan

Proyek rute baru Jimbaran–Uluwatu melintasi kawasan premium seperti Pecatu Graha, Jimbaran Hijau, dan Labuan Sait. Akses utama ini dirancang dengan lebar badan jalan 24 meter dan dilengkapi fasilitas trotoar selebar 3 meter di kedua sisinya.

Pemetaan 4 Segmen Jalur Lingkar Selatan:

Segmen 1 (Nusa Dua – Gunung Payung): Dari Jalan Nusa Dua Selatan (selatan The Apurva Kempinski) menuju persimpangan Pantai Gunung Payung / Sawangan.

Segmen 2 (Gunung Payung – Pantai Melasti): Melintasi kawasan pesisir selatan Kutuh hingga terhubung ke area Pantai Melasti.

Segmen 3 (Pantai Melasti – Tanjung Mebulu): Menghubungkan Pantai Melasti ke arah barat menuju kawasan Tanjung Mebulu, Pecatu.

Segmen 4 (Tanjung Mebulu – Jimbaran / AYANA): Melintasi persimpangan Cemongkak hingga tersambung ke kawasan Jimbaran di sekitar AYANA Resort, lalu dikembangkan memotong kawasan Wanagiri menuju Kampus Universitas Udayana (Unud).

Terobosan Rekayasa Lalu Lintas & Pelebaran Jalan Alternatif:

Simpang Wanagiri – Kampus Unud: Bebas lahan tahun 2026, dirancang satu arah menuju RS Unud untuk mengurai tumpukan arus di Simpang Kali Jimbaran. Arus lalu lintas dari Wanagiri melintasi Jalan Raya Uluwatu, melingkar ke barat ke arah Poltek, lalu tersambung ke jalan baru menuju Dharmawangsa Siligita.

Kampus Unud – GWK & Goa Gong: Membuka trase baru dari Kampus Unud ke arah selatan menuju GWK dan Goa Gong. Hal ini membuat jalan Goa Gong berlaku satu arah (dari atas ke bawah saja) demi menekan angka kecelakaan dan kemacetan.

Pecatu – Melasti – Siligita: Jalur eksisting di belakang Pasar Desa Adat Pecatu dan LPD Pecatu diperlebar dari 6 meter menjadi 10 meter, ditambah pemasangan lampu lalu lintas serta pelebaran di Simpang Siligita ke arah Denpasar.

Konsep Underground dan Target Penyelesaian

Demi menjaga estetika visual kawasan pariwisata kelas dunia di Badung Selatan, Dinas PUPR Badung diinstruksikan menerapkan sistem penataan utilitas bawah tanah (underground). Seluruh bentangan kabel udara diwajibkan masuk ke dalam tanah, berbarengan dengan penanaman pipa distribusi air bersih oleh PDAM.

Target Operasional Proyek:

Jalur Kuta Utara (Berawa–Teuku Umar Barat): Ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember 2026.

Simpang Wanagiri–Kampus Unud: Beroperasi penuh pada tahun 2027.

Jalan Lingkar Selatan & Lingkar Barat (Jimbaran–Uluwatu): Selesai total pada akhir 2027, sehingga kenyamanan mobilitas wisatawan dan masyarakat dapat terwujud secara optimal pada rentang tahun 2027–2028.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
jalan lingkar selatan badung Kemacetan Jimbaran Uluwatu Jalan Lingkar Barat Uluwatu Bupati Badung Adi Arnawa pariwisata badung