RADAR BALI – Pemerintah Kabupaten Badung terus bergerak mematangkan langkah strategis untuk mengurai simpul-simpul kemacetan yang kerap mengular di kawasan ibu kota Badung, Mangupura.
Sebagai bagian dari penutup jaringan konektivitas daerah, Pemkab Badung berencana membangun jalan tembus baru dengan lebar mencapai 30 meter.
Jalur arteri primer ini dirancang untuk menyambungkan kawasan Terminal Mengwi hingga ke wilayah Badung Utara dan Badung Timur, sekaligus membuka akses langsung menuju perbatasan Gianyar di kawasan Batubulan.
Secara garis besar, bentangan jalan anyar ini dimulai dari area Penarungan tepat di Taman Rama Shinta di depan markas Polres Badung. Dari sana, jalur arteri tersebut menerobos Penarungan menuju Latu Abiansemal, menyisir sisi utara Sempidi, melintasi Sigaran dan Desa Sedang, hingga menyediakan cabang akses khusus yang mengarah ke Latu-Bongkasa.
Jika melihat gambaran jalurnya, proyek ini terbagi menjadi empat segmen utama yang saling terintegrasi:
Pintu Masuk Sisi Barat: Awal lintasan dimulai dari area interchange Terminal Mengwi. Jalur ini akan menyusuri koridor selatan Pasar Hewan Beringkit hingga bertemu di persimpangan depan Polres Badung, Mengwitani. Untuk memperlancar arus kendaraan umum dan armada berbobot besar, sebuah bundaran atau simpang susun anyar rencananya akan dibangun di titik ini.
Menembus Penarungan dan Jalur Latu: Dari kawasan Polres Badung, trase jalan berbelok menyodet ke arah timur menembus hamparan persawahan di Desa Penarungan. Karena harus melintasi bentang alam dan sungai utama, seperti Tukad Penet atau Tukad Yeh Sungi. Pemerintah akan membangun jembatan bentang panjang sebelum jalur ini terhubung ke Jalan Raya Latu di Abiansemal.
Selain itu, terdapat pula sirip jalan penghubung ke sisi utara Sempidi untuk memecah penumpukan kendaraan di jalur utama Mengwi–Sempidi.
Akses Langsung dari Mengwi ke Batubulan: Memasuki simpul Latu, jalur membentang lurus ke arah timur melewati kawasan Mambal dan Balai Banjar Sigaran hingga berakhir di Desa Sedang.
Kehadiran ruas ini menjadi angin segar bagi pengguna jalan dan kendaraan pengangkut logistik, sebab mereka kini bisa langsung menuju wilayah Gianyar seperti Batubulan dan Sukawati tanpa perlu berputar jauh melewati Kota Denpasar.
Selain itu, jalan tersebut akan membebaskan kepadatan Jalan Cokroaminoto di Ubung hingga Mengwi dari truk logistik. Jalan arteri tersebut juga akan memungkinkan Badung membuat catus pata yang menghubungkan sembilan wilayah yang membentuk Kota Mangupura (Sempidi, Abianbase, Kapal, Lukluk, Sading, Mengwi, Baha, Gulingan, Werdhi Buwana).
Konektivitas Menuju Badung Utara: Tak berhenti di situ, dari simpul Latu juga dibuat percabangan jalan ke arah utara. Ruas ini memanfaatkan serta memperluas koridor Latu menuju kawasan Bongkasa, sehingga akses menuju titik-titik pariwisata pedesaan di Badung Utara menjadi jauh lebih cepat dan memadai.
Desain Jalan Empat Lajur
Guna memastikan kelancaran arus kendaraan jangka panjang, jalan baru ini dibangun menggunakan standar Right of Way (ROW) selebar 30 meter. Penampang jalannya dirancang memiliki empat lajur dua arah yang dilengkapi median tengah seluas 2 hingga 3 meter, bahu jalan, serta trotoar dan saluran drainase terintegrasi di kanan-kirinya.
Untuk meminimalkan dampak sosial di masyarakat, skema pembebasan lahan akan diprioritaskan pada area persawahan serta lahan non-pemukiman padat. Melalui terobosan infrastruktur ini, Pemkab Badung tidak hanya ingin mengurai benang kusut lalu lintas, tetapi juga mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata dari kawasan barat, tengah, timur, hingga utara.***
Editor : Ibnu YuniantoSumber : Radar Bali