Badung Siapkan Rp 7,8 Triliun untuk Proyek Infrastruktur Tahun Depan

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 09:41 WIB
Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta meninjau Proyek Jalan Lingkar Barat di Kecamatan Kuta Selatan, Kuta dan Kuta Utara, Sabtu (18/7).
Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta meninjau Proyek Jalan Lingkar Barat di Kecamatan Kuta Selatan, Kuta dan Kuta Utara, Sabtu (18/7).

 

RADAR BALI — Pemerintah Kabupaten Badung bersama DPRD Kabupaten Badung terus memacu percepatan pembangunan infrastruktur skala besar.

Dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2027, alokasi anggaran infrastruktur diproyeksikan menembus lebih dari Rp 7,8 triliun.

Jumlah fantastis tersebut mengambil porsi lebih dari 55 persen dari total Belanja Daerah 2027 yang dirancang mencapai Rp 14,24 triliun.

Angka belanja daerah ini sendiri mengalami penyesuaian dan kenaikan dari rancangan awal sebesar Rp 13,1 triliun.

Fokus utama dari gelontoran anggaran fisik pada 2027 mendatang akan diarahkan pada percepatan pembangunan konektivitas jaringan jalan baru, pembebasan lahan, serta langkah strategis penanganan kemacetan di titik-titik krusial wilayah pariwisata.

Langkah ekspansif untuk tahun 2027 ini menjadi kelanjutan dari komitmen Pemkab Badung yang sebelumnya juga menggenjot sektor infrastruktur pada Perubahan APBD 2026.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengungkapkan bahwa belanja modal pada perubahan 2026 menembus angka Rp 4 triliun lebih, di mana sekitar Rp 1,7 triliun tambahan belanja disalurkan langsung untuk pengembangan akses dan jaringan jalan baru.

"Ini luar biasa karena mungkin dalam sejarah baru pertama kali kita bisa mencapai belanja infrastruktur 59,8 persen. Komposisi belanja modal kita mencapai Rp 4 triliun sekian," kata Adi Arnawa.

Ia menegaskan, penguatan infrastruktur jalan dan aksesibilitas mutlak dilakukan demi menjaga daya saing Badung sebagai destinasi wisata utama.

"Kita menyadari bahwa sampai hari ini Badung sangat bergantung dari sektor pariwisata. Oleh karena itulah mau tidak mau kita harus segera melakukan percepatan ini agar tidak tertinggal," tambahnya.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
Infrastruktur Badung kemacetan bali dprd badung APBD Badung pemkab badung