DENPASAR - Selain hujatan keras yang dilayangkan suporter atas performa buruk Serdadu Tridatu dalam dua laga uji coba menghadapi PSIM Yogyakarta, mereka juga mengapresiasi langkah jajaran pelatih Bali United yang akhirnya memainkan pemain muda mereka meskipun hanya uji coba.
Komang Tri Artha Wiguna bermain 90 menit di jantung pertahanan Serdadu Tridatu. I Gde Agus Mahendra atau yang akrab disapa Mahe, bermain hingga pertengahan babak kedua dan harus ditarik keluar karena mengalami keram otot.
Sedangkan Kadek Dimas Satria masuk untuk mengganti Mahe dan bertandem dengan pemain panutannya, Lerby Eliandry Pong Babu.
Kalau berbicara Mang Tri, dia sudah sempat ikut dalam pemusatan latihan Timnas U-19 di Kroasia tahun lalu. Dia juga beberapa kali dimainkan Pelatih Timnas Shin Tae-yong dalam laga uji coba.
Sedangkan Kadek Dimas yang merupakan top skorer EPA Liga 1 U-18 sempat dipanggil Shin Tae-yong dalam pemusatan latihan di Jakarta. Namun pada akhirnya dia terpaksa dicoret.
Kalau Mahe, menghadapi PSIM adalah debut perdananya bersama Bali United. Performanya tidak buruk. Jika bisa, sudah saatnya mengesampingkan pemain uzur meskipun mereka memiliki jam terbang yang lebih baik.
Lihat bagaimana Gunawan Dwi Cahyo yang tersulut emosi sehingga membuat dia melakukan tekel keras yang tidak perlu dan akhirnya mendapat kartu merah.
Atau lihat saja penampilan Diego Assis yang jauh dari ekspektasi suporter. Padahal dia adalah pemain asing yang seharusnya memiliki kemampuan di atas pemain lokal Serdadu Tridatu. Dia juga diplot untuk menggantikan peran Paulo Sergio yang bermain apik di Liga 1 2019.
Pelatih Fisik Bali United Yogi Nugraha menilai Mahe menjadi pemain dengan tes fisik terbaik di antara pemain lainnya.
“Hanya saja kemarin dia mengalami keram, akhirnya ditarik keluar. Pertandingan sepak bola bukan hanya tentang mentality. Ini pertandingan pertama dia (Mahe) di senior dan mungkin mentalnya yang masih labil,” ucapnya singkat.
Di sisi lain Pelatih Bali United Youth I Made Pasek Wijaya yang diwawancarai Selasa (15/6) mengapresiasi langkah jajaran pelatih tim senior yang memainkan pemain jebolan Elite Pro Academy (EPA). Dia pun memberi wejangan untuk Mahe, Kadek Dimas dan Mang Tri.
“Anak lokal akhirnya diberikan kesempatan bermain. Mungkin karena pertama, dia masih canggung dan gugup. Pesan saya kepada mereka, jika diberikan kesempatan bermain harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Tunjukkanlah kualitas terbaik. Semoga ke depannya mereka bisa mendapat kesempatan lebih lagi,” tutupnya.
Editor : Yoyo Raharyo