Bloody Hell, ending dari pertandingan ini. Bali United menelan pil pahit kekalahan pada overtime dengan skor tipis. Padahal Bali United unggul dari babak awal dan kuarter keempat. Satu menit terakhir Bumi Borneo menyeret Bali United Basketball Club ke babak overtime. Bumi Borneo akhirnya menang dengan skor 85-81, di DBL Arena, Surabaya.
Pada kuarter kedua, Dior Lowhorn terpaksa dikeluarkan dari permainan (ejected) karena melakukan unsportsmanlike-foul dan technical-foul. Sebelum dikeluarkan dari permainan Lowhorn berhasil mencetak 15 poin dan delapan rebound untuk Bali United. Bermain tanpa Lowhorn sangat sulit bagi Bali United untuk bisa bertahan di paint area.
Drama juga terjadi di babak kedua, di mana head coach Anthony Garbelotto sudah menerima technical-foul saat turun minum, malah melakukan protes keras di sisa satu menit kuarter keempat. Dia juga diusir dari permainan (ejected). Situasi ini memungkinkan bagi anak-anak Bumi Borneo menyamakan kedudukan. Calvin Chrissler yang berjasa membuat skor sama kuat (77-77) dengan layup. Sementara itu, upaya tembakan terakhir dari Bima Riski Ardiansyah dianggap sudah melewati batas waktu permainan.
Dengan hasil ini Bali United harus menelan kekalahan ketujuh. Mereka akan bertanding lagi Jumat ini (17/2) menghadapi Satya Wacana Salatiga. Bima Riski Ardiansyah tidak ingin larut dari kekalahan bertubi-tubi. Meski, para pendukung mencaci maki yang memenuhi kolom komentar, Bima menenangkan meminta berhenti menyalahkan siapapun. Lebih baik terus berbenah, ia yakin pasti banyak cara untuk menang. "Kalau Bali United tim yang bagus secara attitude dan skill pasti bisa. Pasti akan banyak cara memenangkan setiap pertandingan," ungkap pemilik nomor punggung 27 ini. (feb/rid)
Editor : M.Ridwan