Bermain di kandang PSS Sleman, yakni di Stadion Maguwoharjo, Yogjakarta, anak asuh dari pelatih Bali United, Stefano “Teco” Cugurra sejatinya tampil menyerang di menit awal pertandingan. Bahkan, sejumlah peluang di mulut gawang PSS Sleman tercipta. Namun sayang, tak ada yang membuahkan hasil.
Spaso mendapatkan dua peluang emas di depan gawang, namun pemain berdarah Montenegero yang kini membela Timnas Indonesia tak tampil tenang saat memanfaatkan umpan silang dari Irfan Jaya. Tanpa pengawalan, Spaso gagal menendang ataupun membelokan bola ke gawang, sehingga,peluang yang 99 persen menjadi gol, jadi gagal.
Skor kacamata dibabak pertama membuat Bali United di babak kedua tampil lebih agresif. Namun, pasukan Serdadu Tridatu ini terlihat lebih banyak memainkan skill individual mereka dibanding dengan melakukan kerjasama tim. Miss komunikasi antar pemain, salah umpan dan tak bisa memanfaatkan peluang dengan baik dipertontonkanya.
Mandul di penyerang, kocar-kacir di lini tengah dan kendor di lini pertahanan membuat PSS Sleman lebih berani tampil terbuka dan membuat Bali United bermain dengan kocar-kacir dibabak kedua. Hal ini diperparah dengan kinerja wasit dilapangan yang kerap melakukan keputusan yang salah dan lebih menguntungkan PSS Sleman.
Seperti Penalti yang diberikan kepada PSS Sleman. Terlihat dalam tayangan ulang, tangan dari Kadek Arel tidak aktif saat menahan tendangan dari pemain PSS Sleman di dalam kotak pinalti, namun wasit menunjuk garis putih dan menjadikan sebuah gol untuk PSS Sleman yang dieksekusi oleh Kim Kurniawan di menit 55.
Begitu juga dengan hakim garis yang dua kali melakukan kesalahan fatal, karena mengangkat bendera offside, padahal posisi pemain Bali United jelas dalam posisi Onside. Hal ini pun menjadi tertawaan. Kualitas wasit Liga 1 memang layak dipertanyakan kembali jika ingin sepak bola Indonesia berkembang. Kembali ke laga, PSS Sleman berhasil mencetak gol keduanya di menit ke 79 oleh Ricky Cawor.
Ricky menciptakan gol dengan memanfaatkan serangan balik saat Bali United mengambil peluang dari umpan sepak pojok. Kesalahan Bali United di gol kedua ini adalah Brwa Nouri mengambil tendangan sepak pojok, sehingga membuat bolong lini pertahanan ketika kena serangan balik. Padahal ada Eber Bessa dan Fadil Sausu yang biasanya mengambil sepak pojok.
Usai pertandingan, Teco tak mengelak timnya memang tampil buruk saat melawan tim yang kini berada di papan bawah, yakni di 16 klasemen. “Dibabak pertama, kamiu bermain bagus, dapat beberapa peluang tetapi tidak bisa cetak gol. Dibabak kedua, kami ada peluang cetak gol, tapi wasit angkat bendera bilang offside. Kami memiliki kesalahan dibelakang, mereka bisa cetak gol dan juga di gol kedua, kami kurang organisasi dibelakang,” ujarnya.
Tak lupa, Teco mengucapkan terima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk menggunakan stadion PSS Sleman selama bermain di laga kandang akibat Stadion Dipta, Gianyar yang masih di renovasi karena piala dunia U20 yang telah dibatalkan oleh FIFA.
Sementara itu, pemain Bali United, Irfan Jaya mengatakan dirinya kecewa dengan hasil pertandingan kali ini. “Dipertandingan tadi, kami bisa menguasai pertandingan, terutama di babak pertama, tapi tidak bisa terjadi gol. Kalauy kami bisa cetak gol lebih dahulu, mungkin lain cerita. Ini juga menjadi evaluasi buat kami untuk lebih focus lagi pada pertandingan selanjutnya untuk memanfaatkan peluang yang ada,”pungkasnya. (ara/rid) Editor : M.Ridwan