“Kami baru main melawan mereka (PSM Makassar). Kami tahu kualitas dari mereka, pelatih mereka dan mereka juga tahu kami juga punya kualitas. Yang beda di sini adalah kualitas rumput. Di Dipta pasti jauh lebih bagus,” ujar Teco.
Selain itu, pelatih asal Brazil tersebut juga mengatakan bahwa timnya tidak memiliki banyak waktu untuk latihan. Ia mengaku lebih fokus terhadap recovery para pemain agar lebih tampil prima dalam menghadapi pasukan Juku Eja -julukan PSM Makassar- hari ini.
Menghadapi juara liga musim 2022/2023 bukanlah hal mudah. Terlebih, rekor belum pernah terkalahkan dalam liga musim lalu di Pare-pare membuat tim PSM Makassar kian ditakuti lawan-lawannya Ketika tampil dikandangnya. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Teco.
Ia menyebut, timnya akan menyajikan pertandingan dengan menurunkan pemain terbaiknya dalam laga perebutan tiket playoffs Liga Champions Asia di leg kedua kali ini. “Pertandingan ini pasti menarik, penonton yang datang ke stadion pasti menikmati pertandingan dan juga yang nonton di televisi secara langsung juga. Mudah-mudahan besok wasit pimpin bagus, tim kami juga bisa main lebih bagus,” ujarnya.
Lalu bagaimana dengan strategi yang akan diterapakan nanti? “Kami main lawan tim juara liga kemarin. Mereka sangat konsisten main di sini (Pare-pare). Saat main di Bali, kedua tim main bagus. Kedua tim punya peluang. Pare-pare ini, masalahnya hanya PSM sudah paham soal lapangan. Tetapi dalam sepak bola, harus percaya diri untuk mendapatkan hasil positif,” jawabnya.
Hal senada juga disampaikan oleh pemain Bali United, Eber Bessa. Pemain yang memiliki skill individu yang baik ini mengakui harus memiliki ekstra tenaga saat main di Pare-pare. “Kami tidak punya waktu untuk latihan. Jalan juga lumayan jauh dari Bali ke sini (Pare-pare). Hari ini kami punya satu latihan untuk coba lapangan dan melihat kondisi lapangan. Saya berharap tim bisa tampil baik di pertandingan ini,” pungkasnya. (ara/rid) Editor : M.Ridwan