GIANYAR,radarbali.id – Kemenangan perdana Bali United atas Madura United menyisakan banyak cerita. Selain tempo panas di lapangan antar kedua tim, para suporter pun tampaknya masih kecewa meski skuad Ricky Fajrin dan koleganya meraih tiga poin.
Dalam pertandingan yang digelar di stadion I Wayan Dipta, Gianyar pada Sabtu (15/8) malam, wasit yang dipimpin Latif tersebut pun memberikan hujan kartu. Statistik mencatat terjadi ada sebanyak 37 pelanggaran antar kedua tim denga membuahi 12 kartu kuning dan 3 kartu merah.
Dua kartu merah diterima oleh Madura United dan satu kartu merah di terima Yabes Roni, dari Bali United. Namun, laga yang berakhir dengan skor 2-1 itu juga terjadi banyak peluang gol. Total tercatat ada sebanyak 11 kesempatan gol melalui tembakan ke arah gawang.
Untuk penguasaan bola sendiri juga berjalan hamper seimbang. Namun, tim tamu lebih unggu 53 persen disbanding dengan tim tuan rumah yang tercatat menguasai jalannya pertandingan 47 persen dari kedua babak.
Selain itu, Novri Setiawan juga harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami robek pada pelipisnya setelah berbenturan dengan penyerang dari Madura United. “Kondisinya sudah membaik. Sudah dijahit (pelipis) oleh tim medis dan bisa segera pulang,” ujar asisten pelatih Bali United, Stefan Keltjes usai pertandingan.
Lalu bagaimana melihat jalannya pertandingan dan mengapa kalah penguasaan bola meski unggul jumlah pemain? “Kami tertinggal di awal, beruntung para pemain kami bisa keluar dalam situasi sulit. Begitu juga mereka (Madura United) punya tekad yang kuat untuk menang, “ jawabnya.
Untuk kekalahan dalam penguasaaan pertandingan meski menang jumlah pemain, Keltjes mengaku bahwa para pemainnya, terutama dibabak kedua setelah unggul 2-1 tidak mau kecolongan. “Kami memilih (strategi) untuk bermain lebih hati-hati karena tak mau kebobolan,” sebutnya.
Sementara itu, Pelatih Madura United, Muricio Souza mengakui bahwa kekalahannya tak lepas karena Bali United bermain lepas dan intensitas serangannya pun merepotkan timnya. Sehingga, ia pun respect terhadap hasil pertandingan ini.
“Tim Bali United bisa menang karena selain kualitas para pemainnya, mereka juga tidak menurunkan intensitas serangan. Sedangkan kami setelah unggul, malah menurunkan intestas serangannya,” pungkasnya.
Selain soal pertandingan, ada sejumlah kejadian cukup menarik juga terjadi di lapangan. Seperti saat kiper Bali United, Adilson Maringan menerima kartu kuning karena mengulur waktu, suporter secara serentak menyebut nama Muhammad Ridho, kiper Bali United.
Mereka berharap Ridho diberikan kesempatan untuk bermain karena dianggap memiliki kualitas yang lebih baik dari Maringa. Selain itu, ada juga teriakan Teco Out dari penonton tribun timur usai laga berakhir. Teco sendiri tak terlihat di lapangan karena terkena akumulasi, namun Ia terlihat ada di stadion untuk memantau jalannya pertandingan.***
Editor : M.Ridwan