Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Manajemen dan Suporter Akhirnya Bersalaman Soal Harga Tiket, Begini Jalan Tengahnya

I Wayan Widyantara • Selasa, 1 Agustus 2023 | 04:45 WIB
BAHAS TIKET: CEO Bali United Yabes Tanuri akhirnya melakukan penyesuaian tarif sesuai yang diinginkan suporter.
BAHAS TIKET: CEO Bali United Yabes Tanuri akhirnya melakukan penyesuaian tarif sesuai yang diinginkan suporter.

GIANYAR, radarbali.id - Hingga pekan kelima Liga 1 musim 2023/2024, laga kandang Bali United di Stadion Dipta, Gianyar hanya terisi kurang lebih 20 persen dari 18.000 kursi penonton. Kenaikan harga tiket jadi pemicunya.Namun, sebuah kesepakatan pun terlahir antar pihak manajemen dan supoter saat keduanyanya melakukan pertemuan di Bali United Café, Gianyar  pada Minggu sore (30/7).

Dalam pertemuan tersebut, pihak manajemen dihadiri langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Bali United, Yabes Tanuri, Ketua LOC Stadion Kapten I Wayan Dipta, I Ketut Suantika, dan juga dihadiri langsung oleh owner atau pemilik klub Bali United, Pieter Tanuri.

Sementara komunitas suporter yang turut hadir dari North Side Boys (NSB), North Bali Hooligan, Semeton 69, Soccer Community, Semeton Dewata, Semeton Bulldog, Semeton Nyem Lalah, Semeton Dewata Tabanan, Basudewa, Brigaz Bali, dan Serdadu Tridatu Pemecutan.

Komunitas yang tidak hadir dari Semeton Bali Barat, Settan, Fatherless, dan Nyame Bali United Basudewa. Ini sejatinya menjadi pertemuan kedua pasca sebelumnya mereka bertemu pada bulan Juni lalu sebelum akhirnya manajemen Bali United menaikan harga tiket.

Pihak manajemen saat ini menaikan harga tiket dari Rp 65 ribu untuk kelas ekonomi atau regular menjadi 100 ribu dan kelas VIP seharga 400 ribu dari sebelumnya Rp.300 ribu.

Padahal saat itu pihak supoter tidak sepakat karena memandang kenaikan tiket tanpa ada alasan yang jelas. Boikot ke stadion pun dilakukan pihak supoter hingga pekan kelima. Kini, kedua belah pihak sudah menemui jalan temu. Di mana, harga mengikuti early bird sebesar 80 ribu untuk kelas ekonomi atau regular dimana akan disisihkan sebesar 5 ribu dari harga tersebut untuk digunakan sebagai kegiatan sosial di Bali.

Bahkan, setiap komunitas suporter pun berhak mengajukan usul kegiatan sosial yang akan dilaksanakan dari 5 ribu kali jumlah tiket pertandingan yang laku terjual tersebut. Dan komunitas suporter Bali United turut andil dalam kegiatan sosial kepada masyarakat Bali yang membutuhkan.

Tiket harga 80 ribu itu akan berlaku sampai H-1 pertandingan dan di hari pertandingan akan kembali ke harga normal 100 ribu. Sementara tiket pertandingan untuk kelas VIP berlaku early bird sampai H-1 sebesar 350 ribu dan di hari pertandingan akan kembali ke harga normal 400 ribu. Keputusan ini pun disepakati oleh perwakilan komunitas yang hadir dalam pertemuan dengan manajemen hari Minggu (30/7) ini.

Owner Bali United, Pieter Tanuri menjelaskan bila kegiatan sosial selama ini telah dilakukan oleh Bali United salah satunya saat kompetisi sesudah pandemic covid-19. “Saat juara kali kedua, Bali United tidak melaksanakan pesta juara, melainkan memberikan bantuan sosial kepada warga yang memerlukan bantuan di Bali,” ungkap Pieter Tanuri.

Dengan adanya harga baru dari tiket pertandingan dan adanya penyisihan 5 ribu per tiket yang dijual, maka kegiatan bantuan sosial akan terus dilaksanakan oleh manajemen dan komunitas suporter Bali United. Dari banyaknya hal tukar pendapat dari manajemen dan perwakilan komunitas suporter, hal yang paling diutamakan adalah mengenai harga tiket.

Setelah menjalani diskusi selama kurang lebih 3 jam lebih akhirnya permasalahan tiket pertandingan telah disepakati bersama melalui Berita Acara yang ditandatangi oleh perwakilan komunitas suporter yang hadir di dalam pertemuan.

Dari sisi suporter, I Ketut Subudi, Ketua Semeton Bulldog yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan hasil pertemuan ini menjadi jalan tengah yang terbaik antara pihak suporter dengan pihak manajemen. “Mungkin ada yang ingin lebih murah (harga tiket), tapi dari pemaparan owner Bali United, dari sisi pengeluaran dan sewa lapangan itu juga kan lumayan,” ujarnya saat diihubungin kemarin.

Adanya kesepakatan harga tiket terbaru ini menjadi win-win solution yang terbaik. “Jadi kami (supoter) tidak terlau berat, karena naiknya tidak sampai serratus ribu seperti kemarin dan kini dipermudah lagi, early bird berlaku sampai H-1, Ini menjadi kesempatan buat teman-teman yang mau menonton dengan harga lebih murah,” ujarnya.

Untuk itu, Subudi pun mengaku bisa menerima alasan dari pihak manajemen dan berharap kedepannya stadion Dipta bisa penuh kembali oleh penonton untuk mensuport Bali United. Terlebih, secara peringkat klasemen, Bali United sudah dalam trend yang positif kembali setelah terseok-seok di laga awal musim. ***

Editor : M.Ridwan
#BaliUnited #Silaturahim #jeda berbuka