DENPASAR,radarbali.id – Mengikuti jejak seniornya yang menang dalam laga terakhir mereka melawan Persikabo 1973, skuad muda atau yang tergabung dalam Bali United Youth U16 dan U18 juga menang. Serdadu Tridatu muda pesta gol.
Bali United Youth U16 mengikuti kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U16 2023/24 hari Sabtu (30/9) pagi kemarin. Dalam laga perdananya melawan Persik Kediri U16 di Training Center Bali United, Pantai Purnama, Gianyar, skuad asuhan kepala Bali United U16, Sandhika Pratama berhasil menang dengan skor 3-1.
“Alhamdullilah, kami bersyukur atas perolehan hasil ini dan apresiasi yang tinggi buat para pemain karena kemenangan ini akan menjadi modal penting untuk mengangkat moral mereka ke pertandingan berikutnya,” ujar Sandhika usai pertandingan.
Dalam pertandingan 2x30 menit tersebut, pemain Dewa Gede Aris Bali United Youth U16 menyumbangkan dua gol dan satu gol lagi diciptakan Nova Herdiansah. Pelatih terbaik di kompetisi Filanesia Liga 1 U16 tahun 2019 ini menyebutkan bila kedua tim cukup berimbang di babak pertama sebelum pada babak kedua terjadi perubahan momentum.
“Kami sebenarnya memiliki beberapa peluang yang bisa menjadikan skor lebih dari 3 gol tetapi kembali lagi ada beberapa evaluasi terutama di finishing akhir. Tetap kami syukuri hasil ini dan fokus di laga berikutnya,” ujar Sandhika.
Selain U16, skuad U18 Bali United Youth juga menang besar dalam laga perdana mereka di Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U18. Bali United U18 sukses meraih kemenangan 6 gol atas tamunya Persik Kediri U18 hari Sabtu (30/9) pagi di Training Center Bali United, Pantai Purnama, Gianyar.
Komang Nathan Suarnatya Putra memborong 4 gol pada laga ini dimana satu gol dari Ananta Krisna sebagai gol pembuka dan satu gol bunuh diri dari lini belakang tim lawan. “Di babak pertama sepertinya Persik masih mencari perform terbaiknya. Sedangkan kami pada babak pertama langsung dapet timing yang pas,” ujar pelatih kepala Bali United U18, I Gde Mahatma Dharma alias Dede.
Pergantian babak kedua tersebut memberikan kesempatan kepada pemain yang masih berada di bangku cadangan mengingat Serdadu Tridatu Muda memiliki rentang jumlah gol yang cukup berjarak. Sayangnya, beberapa peluang yang terjadi di babak kedua belum membuahkan hasil yang terkonversi menjadi gol tambahan untuk Bali United U18.
“Seperti yang bisa dilihat, terlihat jelas perbedaan dari pemain yang di babak pertama dan babak kedua. Salah satu faktor karena perbedaan waktu bergabungnya pemain bersama tim ini yang mengarah pada proses adaptasi dalam tim,” ujarnya.
Evaluasi apa yang akan dibenahi kedepannya? “Setelah rotasi pada babak kedua, pemain pengganti belum dapat memaksimalkan kesempatan yang ada. Untuk pemain pengganti semoga bisa lebih cepat beradaptasi dengan team,” jawabnnya saat diwawancara Radar Bali kemarin.
Editor : M.Ridwan