DENPASAR,radarbali.id – Drama di laga akhir di penghujung tahun 2023, antara Bali United yang menjamu tamunya, Persib Bandung belum berakhir.
Pasalnya, tim berjuluk Serdadu Tridatu ini harus menerima hukuman berupa denda dari PSSI karena dianggap gagal mengantisipasi suporter Persib Bandung untuk datang menonton di stadion I Wayan Dipta Gianyar.
Dalam keputusan resmi PSSI, tertuang Bali United melakukan dua kesalahan. Yakni dianggap gagal mengantisipasi kedatangan tim tamu dan hadirnya suporter Persib Bandung dalam pertandingan. Masing-masing pelanggaran dikenakan sanksi Rp 25 juta.
Yang artinya Bali United harus membayar denda total Rp 50 juta. Hal ini tentu merugikan tim Bali United sendiri.
Namun kejadian kehadiran suporter tamu di Bali United memang bukanlah perkara baru. Dalam laga melawan Persebaya Surabaya saat bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar juga sama.
Bahkan saat itu sejumlah oknum Persebaya Surbaya melakukan tindakan anarkis dari merusak pagar hingga ditemukan ada yang membawa senjata tajam.
Beruntung pihak kepolisian yang berjaga sigap dalam melakukan pengamanan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Dalam pantauan Jawa Pos Radar Bali dalam menjamu Persebaya Surabaya maupun Persib Bandung memang polanya sama.
Para suporter tamu hadir ke stadion dan masuk melalui pintu barat daya. Tampaknya panitia penyelenggara memang sengaja mempersiapkan dan menyediakan hal tersebut.
Baca Juga: Usai Dampingi Gibran, Wakil Ketua TKN Prabowo - Gibran Sebut Buleleng Punya Segudang Potensi
Para suporter datang memang tak menggunakan pakaian atau jersey dari klub kesayangannya. Namun ketika di dalam stadion, atribut seperti poster dan syal leher pun tiba-tiba dikeluarkan para suporter.
Hal ini diperburuk dengan para suporter mulai menyanyikan lagu-lagu untuk mendukung timnya saat bertanding.
Sialnya, saat kehadiran tim tamu ke stadion, ada saja ulahnya. Seperti saling “caci” antar suporter yang dilakukan. Seperti kejadian Persebaya Surabaya maupun dalam laga melawan Persib Bandung.
Namun beruntung, saat laga melawan Persib Bandung, tak ada keributan yang berlanjut di luar stadion seperti halnya dengan laga melawan Persebaya Surabaya.
Menanggapi hal ini, pentolan suporter dari Semeton Buldog, I Ketut Subudi pun angkat bicara
Dalam pernyataan saat dihubungi kemarin mengatakan bahwa sejatinya pihaknya, termasuk komunitas pendukung Bali United sudah mewanti-wanti kehadiran suporter tim tamu dengan cara mengunggah pemberitahuan di media sosial.
“Susah juga ya, karena kami sudah mengantisipasi, tetapi tetap saja ada kebobolan dan buktinya waktu itu lumayan juga ada suporter Persib yang masuk ke stadion.
Apalagi dengan atribut. Sejatinya di beberapa pertandingan ditempat lain juga ada, hanya mereka tidak membawa atribut. Saya tak mengerti mengapa sampai kecolongan,” herannya.
Untuk itu, pria asal Buleleng ini pun berharap kedepannya semua elemen harus ikut untuk mengantisipasi, mulai dari postingan dan lainnya.
“Saya berharap dari pihak panitia harusnya paham mana suporter Persib dan mana yang bukan. Makanya kemarin para suporter ini dikumpulkan di sayap bagian barat,” sebutnya.
Terlebih kemarin juga terjadi ketegangan karena adanya aksi saling lempar antar suporter. “Misalnya, jika suporter lawan tidak bawa atribut, sejatinya gak ada masalah.
Sebab di beberapa tempat juga melakukan hal yang sama. Hanya yang terjadi kemarin itu karena adanya spanduk yang di bawa,” tuturnta.
Ke depan, Subudi meminta agar pihak panitia benar-benar memperketat aturan karena pihak panitia yang punya hak untuk melarang baik dari segi penjualan tiket.
“Memang susah, karena sekarang tiketnya tiket online. Jadi siapapun bisa beli. Kalau pakai gelang kayak dulu, bagus juga, kan ada jatah.
Kalau tim tamu berapa ribu jatah tiketnya kayak dulu, kita ngasik atau tidaknya kan tergantung dari pihak manajemen atau panitia,” pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan