Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tiket Dirasa Mahal, Stadion Dipta Acap Sepi, Manajemen Bali United Mendadak Kumpulkan Komunitas Suporter

I Wayan Widyantara • Selasa, 6 Februari 2024 | 15:26 WIB
PUISNG: Manajemen Bali United mendadak mengumpulkan komunitas suporter menyusul penonton sepi pasca tiket masuk naik harga.
PUISNG: Manajemen Bali United mendadak mengumpulkan komunitas suporter menyusul penonton sepi pasca tiket masuk naik harga.

GIANYAR, radarbali.id – Manajemen Bali United tampaknya mulai pusing dengan jumlah suporter ke Stadion Kapten I Wayan Dipta , Gianyar yang kerap menurun. Jika melihat data, terhitung sangat sulit untuk tembus lebih dari 5000 penonton yang hadir menonton langsung ke stadion.

Hal ini membuat pihak manajeman kembali mengumpulkan beberapa perwakilan suporter pendukung Bali United.

Perwakilan Bali United dihadiri langsung oleh Owner dari Bali United, Pieter Tanuri didampingi oleh Made Ayu Budimeliani selaku activation manager Bali United dan juga Richi Kurniawan selaku asisten manager tim Bali United FC mengundang paa perwakilan komunitas pada hari Minggu (4/2/2024) di Bali United Café, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Sejumlah pentolan suporter pun hadir. Antaranya dari Semeton Dewata, Semeton Tabanan, Soccer Community, Brigaz, Buldog, Semeton 69, dan Nyame Bali United. Dalam kesempatan tersebut, Pieter Tanuri mengawali pertemuan dengan mensosialiasikan tentang peraturan Undang-Undang yang melindungi suporter di sepak bola Indonesia. Hal itu ternyata baru terlihat setelah terjadinya tragedi Kanjuruhan pada tahun 2022 lalu.

“Ternyata sekarang itu sudah ada Undang-Undang baru tentang suporter. Seperti yang kita ketahui dengan peraturan olahraga yang baru, suporter sudah diatur dengan jelas. Untuk itu kita diskusi bersama untuk melihat masukan dari suporter Bali United,” jelas Pieter Tanuri.

Seperti yang diketahui Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN) yang diatur melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 Tentang Keolahragaan mengatur tentang suporter sepak bola Indonesia. Salah satunya tentang pembentukan suporter sepak bola yang diharuskan berbadan hukum.

Hal itu diatur dalam Ayat (2) Pasal 55 UU 11/2022 yang berbunyi Suporter olahraga membentuk organisasi atau badan hukum suporter olahraga dengan mendapat rekomendasi dari klub atau induk organisasi cabang olahraga. Namun hal ini belum menemui titik temu dengan pihak suporter Bali United.

“Salah satu yang diatur di Undang-Undang itu adalah suporter harus berbadan hukum. Hanya saja yang saya dengar di salah satu komunitas suporter menolak dan menganggap tidak perlu untuk dijalankan. Oleh karena itu, diskusi ini dilakukan untuk mencari jalan tengah yang terbaik sesuai aturan negara yang berlaku,” tambah Pieter Tanuri.

Pembahasan lain adalah terkait dengan menurunnya jumlah suporter. Pieter Tanuri mencoba mengkaitkannya dengan Pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat membatasi ruang gerak. Atau memang persoalan harga tiket yang dinaikan oleh pihaknya sehingga mengurangi minat penonton ke Stadion langsung.

“Saya ingin tahu penyebab utamanya apa yang membuat suporter menurun ke stadion. Apakah karena sejak era pandemic covid, orang-orang sudah terbiasa kegiatan dilakukan di rumah. Tapi mengapa saat penjualan tiket offline antara Bali United menghadapi Persib lalu, sampai hari pertandingan yang tiket harganya Rp100 ribu, masih ada yang antre membeli tiket offline dan stadion ramai,” ungkap Pieter Tanuri.

Dalam diskusi, sejumlah pentolan komunitas pun memberikan alasan jika menurunnya jumlah penonton karena permainan tim Bali United yang monoton, kebiasaan masyarakat Bali soal penerapan sistem pembelian tiket hingga situasi kenaikan tiket beberapa waktu lalu yang tidak tepat momentum.

Menanggapi hal tersebut, pihak manajemen pun akan menerapkan penjualan tiket tetap berlaku secara online dan juga offline dari Stadion Dipta.

Bahkan, harga tiket direncanakan akan mengalami penurunan harga menjadi Rp70 hingga Rp75 ribu rupiah di luar biaya admin dengan alasan perhitungan yang sudah sesuai dengan penyewaan Stadion Dipta ke Pemerintah Daerah Gianyar.***

Editor : M.Ridwan
#stadion dipta #suporter #tiket mahal #bali united #radarbali