GIANYAR, radarbali.id – Dua tim Liga 1 dipastikan akan lebih leluasa menjajal rumput Stadion Dipta, Gianyar mulai hari ini. Mereka adalah Persikabo 1973 dan Persija Jakarta.
Ini berartim kedua tim tersebut bakal terbiasa atau memiliki adaptasi lebih dengan rumput dan situasi di markas Bali United tersebut.
Pelatih Balu United, Stefanoi “Teco” Cugurra pun menyadari hal tersebut. Pelatih asal Brasil tersebut menilai jika hal ini akan menguntungkan Persija baik bermain kandang maupun tandang.
“Benar, waktu mereka (Persija) sudah main berapa kali di Dipta, pasti mereka punya adaptasi lebih bagus,” ujarnya.
Hal sama juga dikatakan menjadi keuntungan Persikabo 1973. Tim ini juga bakal berkandang di Bali dan memiliki satu laga dengan status kandang dengan Bali United.
Artinya Bali United tidak perlu jauh-jauh away. Lalu apakah ini menguntungkan Bali United? ,”Benar, lebih bagus buat kami main di Bali,” tuturnya.
Sebagai informasi, kandang Bali United di kompetisi BRI Liga 1 2023/24 yaitu Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar menjadi venue tersibuk musim ini.
Setelah dipakai PSM Makassar sebagai venue pelaksanaan AFC Cup 2023 lalu dan sedang dipakai Arema FC di BRI Liga 1 2023/24, kini dua tim Liga 1 lainnya ikut mengincar Stadion Dipta sebagai kandang selama musim.
Mereka adalah Persija Jakarta dan Persikabo 1973 yang akan memakai venue homebase milik Serdadu Tridatu tersebut.
Persija Jakarta sendiri akan memakai Stadion Dipta selama dua pekan mendatang di laga home mereka sementara Persikabo 1973 akan memakai homebase Serdadu Tridatu hingga akhir kompetisi Liga 1 musim ini.***
Editor : M.Ridwan