Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bali United vs Persija Jakarta: Kemenangan Dramatis, Ricuh dan Kontroversial!

I Wayan Widyantara • Senin, 1 April 2024 | 06:05 WIB
SELEBRASI: Penyerang Bali United Ilija Spasojevic mengekspresikan kesuksesannya eksekusi penalti saat laga krusial Bali United vs Persija di Stadion Dipta Gianyar (30/3/2024)
SELEBRASI: Penyerang Bali United Ilija Spasojevic mengekspresikan kesuksesannya eksekusi penalti saat laga krusial Bali United vs Persija di Stadion Dipta Gianyar (30/3/2024)

GIANYAR, radarbali.id– Dramatis! Begitulah gambaran pertandingan di laga krusial antara Bali United vs Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar pada Sabtu (30/3).

Serdadu Tridatu -julukan Bali United- memang mampu memenangkan laga dengan skor 1-0 melalui gol Ilija Spasojevic di menit akhir, namun sorotan terhadap sejumlah keputusan wasit yang kontroversial juga tak luput jadi buah bibir.

Armyn Dwi Suryathin merupakan wasit yang memimpin laga tersebut. Awal pertandingan, kedua tim bermain berimbang. Pelatih Bali United, Stefano “Teco” Cugurra pun menerapakan formasi 3-4-3 yang cukup “nyeleneh”.

Di mana memasang Luthfi Kamal sebagai bek kanan, yang sebetulnya pemain tersebut berposisi sebagai gelandang bertahan.

Usut punya usut, formasi tersebut ternyata sengaja dilakukan untuk meredam dua penyerang Macan Kemayoran -julukan Persija- dalam laga tersebut.

“Kami punya waktu lebih untuk latihan dalam mempersiapkan pertandingan ini. Kami lakukan variasi dalam taktikal. Kami melihat lawan punya dua pemain di depan yang berkualitas, jadi kami pasang tiga di belakang untuk bisa matikan mereka,” ujar Teco.

Meski melakukan perubahan formasi yang berbeda, Marco Simic, penyerang Persija Jakarta hampir bisa membobol gawang Bali United yang di jaga oleh Adilson Maringa.

Beruntung, penampilan kiper asal Brasil tersebut sedang dalam peforma tertingginya. Ia mampu memenangkan saat berhadapan satu lawan satu dengan stiker lawan yang haus gol tersebut.

Babak pertama pun bertahan dengan skor kaca mata. Di babak kedua menjadi puncak keseruan. Kedua tim sama-sama ngotot ingin menang. Bahkan laga mulai panas ketika wasit Armyn tidak meniup peluit ketika bek Persija Jakarta melakukan handsball di area kotak pinalti.

Laga pun menjadi panas. Namun di menit 72, Sang Wasit justru memberikan pinalti “gaib” kepada Persija Jakarta dan juga menghadiahi kartu merah untuk Luthfi Kamal.

Suasana panas dan tegang pun terjadi. Stadion Kapten I Wayan Dipta yang dihadiri 9449 penonton sempat terdiam sejenak saat Gustavo, pemain Persija Jakarta melakukan tembakan penalti.

Lagi-lagi, Maringa tampil gemilang karena mampu menggagalkan tembakan sesama mantan pemain Arema tersebut. Sorakan penonton pun histeris.

Bermain dengan sepuluh orang, Teco kemudian kembali merombak formasinya menjadi 4-4-1. “Setelah Lutfhi mendapatkan kartu merah, saya harus merubah strategi. Namun terpenting, pertandingan ini saya pikir pemain bekerja keras dan mampu menerapakam perubahan taktik,” ungkapnya.

Tidak hanya panas di dalam lapangan hijau, di tribun penonton juga menanas. Bahkan sempat terjadi aksi lempar botol antara suporter Persija yang berada di sebelah Tribun VIP. Pihak keamanan pun mencoba meredam agar tidak terjadi permasalahan yang lebih luas. 

Sebagai catatan, kericuhan dalam setiap laga Bali United memang sering terjadi akibat diberikannya ruang untuk suporter tamu menonton ke lapangan. Kedoknya memang tak menggunakan atribut, namun ketika sudah ke lapangan, mereka melakukan apa yang semestinya suporter lakukan.

Dalam pertandingan, Bali United yang bermain dengan sepuluh orang memang masih terlihat mampu menguasai jalannya pertandingan. Puncaknya di menit akhir jelang pertandingan, kaki Private Mbarga diinjak di kotak pinalti dan terlihat agak sedikit ragu, wasit kemudian meniupkan peluit dan membuahkan pinalti untuk Bali United.

Ilija Spasojevic pun mengambil pinalti tersebut dan kemudian berhasil menaklukan kiper Persija, Andrytani dalam pertandingan tersebut.

Ketika Spaso berlari merayakan gol ke suporter Tribun Utara, kericuhan terjadi di bangku cadangan. M. Ridho, kiper cadangan Bali Uniter justru terlibat cek-cok dengan tim lawan. Suasana pun kian panas sebelum akhirnya wasit meniup panjang berakhirnya pertandingan.

Thomas Doll usai pertandingan menyebut timnya sudah bekerja keras dalam pertandingan tersebut. Meski Ia engan mengomentari sejumlah keputusan wasit yang kontroversial dalam laga itu.

“Kam memiliki banyak peluang untuk mencetak gol. Namun yang menjadi persoalan, pemain kami tidak tenang dalam finishing. Tidak hanya pertandingan ini, pertandingan-pertandingan sebelumnya juga begitu. Ini perlu kami evaluasi kembali,” pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
#Bali United VS Persija #Thomas Doll #menang #dramatis #teco #ricuh