DENPASAR, Radar Bali.id – Winger Bali United, Privat Mbarga yang sebelumnya tertimpa kasus rasisme pasca melawan Persija Jakarta akhinya melawan.
Melalui akun media sosialnya @privatmbarga, Ia membagikan somasi terbuka kepada dua pemilik akun, @godaydei dan @ardiansyahfeby sebagai terduga pelaku rasisme.
Privat Mbarga dalam somasinya tersebut secara tegas mengajak kedua pemilik akun di Instagram tersebut untuk bertemu dan melakukan permintaan maag secara langsung kepada dirinya.
Namun bila tidak dilakukan selama 7 hari sejak somasi ini dilancarkan atau pada 5 April 2024, maka akan ditempuh secara jalur hukum.
“Apabila dalam jangka waktu sebagaimana tersebut tidak ada respon yang positif dan permintaan maaf langsung dari pemilik akun @godaydei dan @ardiansyahfeby kepada saya, maka dengan berat hati saa akan melakukan upaya hukum secara pidana dengan membuat laporan ke pihak kepolisian,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Privat Mbarga yang mendapat ancaman dan tindakan rasisme oleh oknum suporter tak lepas karena Ia dilanggar di kotak pinalti oleh Rizky Ridho di penghujung babak kedua berbuah penalti untuk Bali United.
Ilija Spasojevic selaku eksekutor berhasil memanfaatkan peluang tersebut menjadi gol kemenangan Serdadu Tridatu atas tamunya Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
Privat yang menjadi subyek yang dilanggar di kotak terlarang tim tamu mendapat respons tidak baik oleh oknum suporter melalui direct message (DM) Instagram milik Privat Mbarga.
Pemain Timnas Kamboja tersebut diancam dan mengalami rasisme dari oknum suporter tersebut. Bali United pun sangat menyayangkan tindakan rasisme yang dilakukan oleh oknum suporter tersebut. Bali United FC mengecam keras terhadap segala hal berbau rasisme yang ditujukan kepada pemain, official, supporter, pegiat sepak bola dan siapapun di Indonesia. [*]
Editor : Hari Puspita