DENPASAR, radarbali.id - Pihak manajemen Persib Bandung meminta kepada manajemen Bali United melalui surat resmi meminta para suporter Bali United tidak hadir ke stadion Persib Bandung di leg kedua babak Championship Series nanti. Hal ini pun dikatakan sesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan di awal.
Menanggapi hal ini, pentolan suporter dari komunitas Bali Tridatu Revolusion (BTR), I Wayan "Anix" Sudiana menyayangkan kebijakan tersebut. "Regulasi ini sangat disayangkan dan kebijakan ini sangat sulit diterima, tapi kami juga perlu memahami untuk seluruh suporter," ujarnya.
Lanjutnya, rgulasi ini dibuat karena adanya atensi dari FIFA terkait insiden Kanjuruhan.
Positifnya adalah lebih terjaganya kondusifitas, walau ancaman terhadap terjadinya chaos tetap tidak bisa diabaikan.
"Dan yang saya harapkan kedepannya bahwa regulasi ini tidak bersifat permanen karena sangat merugikan team Away," ujarnya.
"Dan saran saya untuk seluruh suporter Bali United bersikaplah dewasa dalam menyikapi regulasi ini, jikalau kita melanggar apa bedanya kita dengan suporter lain yang tidak patuh dengan aturan. Inilah beda kita sebagai bagian dari Bali United.This is Bali and We are different," ujarnya.
Sementara itu, I Ketut Subudi, dari Komunitas Semeton Bulldog mengatakan surat tersebut memperlihatkan jika pihak Bali United yang dirugikan.
"Ya memang seolah pihak BU yang di rugikan tapi ya mau gimana lagi ya karena saat BU main di TC purnama juga nggak ada penonton Persib yang datang karena tanpa penonton. Jadi ya sekarang kita doakan aja BU bisa main all out saat away ke Stadion si jalak harupat Bandung," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, jelang putaran kedua babak semi final babak Championship Series BRI Liga 1 2023/24 antara Persib Bandung menghadapi Bali United FC hari Sabtu (18/5) malam di Stadion Si Jalak Harupat, ada hal yang harus dipahami.
Laga tersebut diharapkan untuk dihadiri oleh suporter tim tamu dalam hal ini adalah suporter dari tim Bali United FC ke markas dari Persib Bandung selaku tuan rumah. Larangan kedatangan suporter tamu tertuang pada pasal 51 ayat 6 Regulasi Liga 2023/2024 dan Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023.
Konsekuensi atas pelanggaran regulasi itu akan menghasilkan hukuman Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, baik untuk klub tuan rumah maupun tim tamu. Selain itu juga diperkuat dengan surat manajemen Persib Bandung Nomor : 011/Dir-PBB/V/2024 kepada manajemen Bali United FC hari Rabu (15/5) malam.
Beberapa poin dalam surat yang dikeluarkan manajemen Maung Bandung kepada manajemen Serdadu Tridatu itu berisikan beberapa hal imbauan yang harus dipahami bersama.
Imbauan itu antara lain melarang suporter klub tuan rumah membantu atau memberikan fasilitas pembelian tiket pertandingan.
Kemudian, melarang untuk suporter tim tamu membeli tiket pertandingan tandang, berhak melarang suporter tamu membawa atribut klub tamu di dalam venue pertandingan meskipun memiliki tiket resmi, dan kedua tim tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian yang dialami oleh suporter tamu yang hadir ke homebase dari klub tuan rumah.***
Editor : M.Ridwan