Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kemenangan yang Ternodai, Teco Dirujak Netizen, Dianggap Kurang Respect Terhadap Lawan  

I Wayan Widyantara • Senin, 23 September 2024 | 03:56 WIB

 

TANDING: Pemain Bali United saat tanding melawan Malut United di pekan ke-6 Liga 1 2023/2025 di Stadion Sultan Agung, Bantul pada Sabtu 21 September 2024.
TANDING: Pemain Bali United saat tanding melawan Malut United di pekan ke-6 Liga 1 2023/2025 di Stadion Sultan Agung, Bantul pada Sabtu 21 September 2024.

BANTUL, Radarbali.id-Kemenangan telak Bali United atas Malut United di pekan ke-6 Liga 1 2023/2025 di Stadion Sultan Agung, Bantul pada Sabtu 21 September 2024, dinodai dengan ulah pelatih Bali United Stefano Cugurra. Teco, panggilan akrabnya dirujak netizen karena dianggap kurang respect terhadap lawannya.

 

Kejadian itu terjadi pada menit 63. Pelatih asal Brazil tersebut diganjar kartu kuning karena tersulut emosi, permainan dihentikan karena insiden Yance Sayuri yang tak sadarkan diri di lapangan. Teco terlihat melakukan protes keras dengan asisten wasit saat tim medis sedang berada lama di dalam lapangan.

 

Kondisi tersebut tak lepas, karena pertandingan tensi tinggi dan Bali United yang saat itu masih bermain imbang dan sangat membutuhkan kemenangan. Selain itu, Ricky Fajrin dkk juga dalam kondisi menguasai jalannya pertandingan. Tak mau kehilangan momentum tampaknya membuat Teco tersulut.

 Baca Juga: Tak Sesuai Ekspektasi, Gelandang Bali United Kenzo Bambu Jadi Sorotan    

Bahkan, ia juga sempat beradu mulut dengan tim official lawan Achmad Resal Octavian yang juga sama-sama diganjar kartu kuning oleh wasit yang dipimpin Muhhamad Nazmi tersebut. Usai pertandingan, Teco pun menilai kejadian tersebut menjadi hal yang biasa terjadi dalam sepak bola.

 

”Saya no comment. Karena pertandingan berhenti, kami sudah tunggu tapi di bangku cadangan Malut protes. Saya pikir situasi yang biasa dalam sepak bola. Waktu mereka (Malut United) mempunyai tekanan, punya pressure, baru kalah dan tak mau kalah lagi, tetapi kami juga punya tekanan untuk menang,” ujarnya menanggapi situasi tersebut.

 

Usai pertandingan, kata mantan pelatih fisik Persebaya tersebut mengaku situasi sudah membaik. Hal ini tak lepas kedua tim bermain terbuka dan sama-sama ingin meraih kemenangan, setelah sebelumnya mendapatkan hasil yang buruk. ”Yang penting, selesai pertandingan kami tetap saudara,” ujarnya.

 Baca Juga: Hasil Imbang Lawan PSS Sleman, Pelatih Bali United Ingatkan Striker Harus Cetak Gol

Sementara itu, terkait pertandingan, Malut sejatinya bermain lebih baik di babak pertama. Penampilan kakak beradik Yance Sayuri dan Yakob Sayuri merepotkan lini pertahanan Bali United. Pressing yang ketat membuat para pemain Bali United juga minim menguasai jalannya pertandingan dan didominasi dengan kesalahan individual pemainnya.

Gol Yance Sayuri juga tak lepas dari kesalahan Mitsuru Maruoka yang kehilangan bola dan dimanfaatkan menjadi peluang gol indah yang diciptakan oleh Yance Sayuri dari assist yang diberikan oleh Yakob Sayuri di menit 41.

 

Namun tak lama berselang, Maruoka membalas kesalahannya dengan maksud hari memberikan umpan silang, justru bek Malut, Cassio Fernano Scheid salah mengantisipasi dan berbuah gol bunuh diri. 

 Baca Juga: Bali United Banyak Punya Peluang, PSS Sleman Kuatkan Pertahanan, Hasil Akhir Imbang

Skor imbang pun menutup babak pertama dan di babak kedua, laga menjadi milik Bali United. Teco memasukkan winger cepat, M. Rahmat menggantikan pemain muda Rahmat Arjuna. Namun, para pemain Malut United tetap tampil disiplin sebelum akhirnya insiden cederanya Yance Sayuri di menit 63 tersebut dan harus digotong ambulance untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.

 

Yance Sayuri dikabarkan mengalami sesak napas karena ulu hatinya terkena bola yang ditembak keras oleh Maruoka saat kemelut di depan gawang. Situasi yang tegang tersebut pun ternyata berdampak kepada konsentrasi pemain Malut United yang menjadi buyar hingga laga.

 

Hal ini pun dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain Bali United. Teco pun mengklaim jika perubahan taktiknya membawa kemenangan telak timnya. ”Pada babak kedua, kami ganti beberapa pemain untuk punya finishing akhir yang bagus dan alhasil kami bisa cetak gol lagi dan meraih kemenangan,” tuturnya. 

 Baca Juga: Bali United Fokus Latihan Taktik, PSS Sleman Siapkan Strategi Khusus, Pertandingan Diprediksi Berjalan Seru

Di sisi lain, Pelatih Malut United Imran Nahumarury menyebut, jika para pemainnya mengalami kehilangan konsentrasi saat kejadian yang menimpa Yance tersebut. “Pemain kami kehilangan konsentrasi akibat pertandingan yang terhenti lama,” ujarnya.

 

Salah satu faktornya, para pemain juga mengkhawatirkan kondisi dari Yance yang harus dilarikan ke rumah sakit karena masalah dengan saluran pernapasan. Usai pertandingan Rahmat Arjuna, mewakili pemain Bali United pun ikut menyumbang doa.

”Saya mewakili rekan-rekan pemain dan juga tim ingin mengucapkan semoga lekas sembuh untuk Yance Sayuri. Mudah-mudahan bisa lekas pulih dan kembali ke lapangan lagi,” pungkasnya. ***

 

 

Editor : Made Dwija Putera
#Malut United #bali united #netizen #pelatih bali united #teco