DENPASAR, Radarbali.id – Selain skor 2-0, hal lain yang menjadi sorotan publik saat melawan PSBS Biak adalah gaya main Bali United yang monoton. Anak asuh Stefano ”Teco” Cugurra terlihat banyak mengandalkan umpan panjang.
Publik menilai Bali United telah kembali ke setelan pabrik, yakni memainkan long ball. Strategi itu pun mudah dipatahkan tim lawan yang sudah lama melakukan analisa.
”Sangat disayangkan penampilan Bali United kembali inkonsisten. Saya melihat strategi yang monoton membuat lawan mudah mengantisipasinya. Ini bukan soal skill pemain, tapi karena memang kalah strategi,” ujar pengamat sepak bola Satya Wibawa, Selasa (5/11/2024).
Satya melihat, ketika Mitsuru Maruoka berhasil dimatikan pergerakannya sebagai gelandang serang, pemain Bali United mencoba memainkan bola atas. Hal itu dimanfaatkan lawan untuk mematahkan serangan. ”Serangan lawan lebih efektif, sedangkan pemain Bali United justru terlihat tumpul,” sebutnya.
Untuk itu, Satya berharap tim pelatih berani menerapkan kontra strategi dengan bermain bola-bola pendek sentuhan satu dua pemain.
”Pemain Bali United memiliki kecepatan. Harusnya lebih dimanfaatkan dibanding bermain bola atas. Sebab, pemain Bali United sering kalah dalam duel bola atas,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Bali United tetap membela diri. Teco mengatakan jika para pemainnya tidak bermain seperti biasanya.
”Saya pikir bukan soal itu, tim memang bermain kurang baik seperti biasanya. Mereka (PSBS Biak) dari awal pertandingan lebih siap daripada kami (Bali United FC),” ujar Teco.
”Meskipun kami bermain kurang baik, tetapi ada beberapa peluang yang bisa kami peroleh. Hanya saja kembali yang saya bilang, kami tidak bisa mencetak gol,” ungkap Teco. (ara/san)
Editor : Maulana Sandijaya
Sumber : radarbali.jawapos.com