DENPASAR, Radar Bali.id - Empat pilar penting Bali United Basketball sebelumnya diberitakan telah resmi meninggalkan tim menjelang musim baru Indonesian Basketball League (IBL).
Mereka adalah satu pemain heritage, Reo Sakai, dan tiga pemain asing yakni Joshua Nurse, Bobby Arthur Williams Jr, serta sang kapten Xavier Cannefax.
Sebagaimana diketahui, kabar tersebut diumumkan secara bertahap melalui akun resmi Instagram Bali United Basketball mulai Rabu (25/6/2025) hingga Sabtu (28/6/2025). Kepergian keempat pemain ini menandai akhir era penting Tridatu Warriors yang telah dibangun dalam dua musim terakhir.
Baca Juga: Nah! Musim IBL 2025 Berakhir, Empat Pemain Asing Tinggalkan Bali United Basketball
Reo Sakai atau akrab disapa Leo Sakai menjadi nama pertama yang diumumkan. Pemain berdarah Jepang-Indonesia yang berposisi sebagai Center ini tampil dalam 25 pertandingan musim lalu, mencatatkan total 396 menit 30 detik bermain. Ia menorehkan rata-rata 2.84 poin per game, 2.52 rebound per game, serta 50 persen field goal percentage.
Baca Juga: Mimpi Bali United Basketball Pupus di Tengah Jalan Gegara ini
Meski kontribusinya tidak mencolok secara statistik, Sakai dikenal sebagai pemain yang disiplin dan defensif.
Joshua Norman Ezekiel Nurse menyusul dalam daftar pemain yang berpisah. Power Forward asal Kanada ini tampil solid di bawah ring dengan torehan 9.5 rebound per game dan 1.75 block per game dalam 24 pertandingan. Dengan field goal percentage 46.2 persen, Joshua dikenal sebagai “tembok hidup” pertahanan Bali United.
Bobby Williams juga resmi mengakhiri kebersamaannya setelah tampil dalam 26 pertandingan dan menyumbangkan rata-rata 16.46 poin per game — terbanyak kedua di tim. Ia juga mencatatkan 7.04 rebound dan 3.23 assist per game. Kontribusinya dalam membangun serangan sangat vital bagi permainan Tridatu Warriors.
Namun, meski tajam dalam mencetak angka, Bobby sempat dikritik karena efisiensi tembakannya yang hanya 39.6 persen field goal percentage.
Pemain terakhir yang diumumkan hengkang adalah kapten tim, Xavier Charles Cannefax. Guard senior ini tampil dalam 23 laga dengan rata-rata 19.65 poin per game, tertinggi di tim. Ia juga menjadi kreator serangan dengan 4.22 assist per game, serta tampil solid dari garis lemparan bebas dengan 71 persen free throw percentage.
Kehilangan Cannefax menjadi pukulan berat karena perannya bukan hanya sebagai pencetak poin, tapi juga sebagai pemimpin di dalam maupun luar lapangan.
Menanggapi kepergian empat pemain tersebut, pengamat basket Bali, Hendry Marshell, menyebut ini sebagai momentum penting bagi manajemen Bali United Basketball untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
”Keputusan melepas keempat pemain, termasuk kapten tim, adalah sinyal bahwa klub ingin memulai lembaran baru. Ini bisa jadi langkah menuju regenerasi pemain dan perombakan strategi," ujar Hendry kepada koran ini kemarin.
Hendry menambahkan bahwa secara performa, Bali United memang belum tampil konsisten sepanjang musim lalu. Menurutnya, perombakan ini bisa memberi ruang untuk pemain lokal tampil lebih banyak dan berkembang.
”Musim lalu tim terlalu bergantung pada pemain asing, terutama Cannefax dan Bobby. Sekarang saatnya membangun tim yang lebih seimbang, memberi kepercayaan kepada pemain lokal dan memperkuat chemistry tim," jelasnya.
Lebih lanjut, Hendry menyarankan agar perekrutan pemain asing ke depan tidak semata soal statistik individu. ”Bali United harus mencari pemain asing yang bukan hanya bisa mencetak poin, tapi juga punya leadership dan bisa membangun tim. Chemistry sangat penting di IBL yang sangat kompetitif ini," tandasnya.
Dengan kepergian empat pemain tersebut, saat ini Bali United Basketball praktis harus merombak inti skuad mereka. Belum ada pengumuman resmi terkait siapa saja yang akan direkrut untuk mengisi kekosongan tersebut. Namun besar kemungkinan Tridatu Warriors akan aktif di bursa transfer dalam waktu dekat.
Perubahan besar ini memunculkan harapan bahwa Bali United Basketball akan kembali dengan semangat baru dan visi yang lebih tajam untuk bersaing di IBL musim mendatang. Pendukung pun kini menanti langkah manajemen dalam menyusun ulang kekuatan Tridatu Warriors. [*]
Editor : Hari Puspita