Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Reyner Barusu, Pemain Muda Bali United Pencetak Gol di Menit 85 ke Gawang PSIM Jogja: Dari Akademi, Kini ke Panggung Utama Stadion Dipta

I Wayan Widyantara • Rabu, 30 Juli 2025 | 23:42 WIB
GEMBIRA TAK TERPERI : Kegembiraan Reyner Barusu usai menjebol gawang PSIM Jogja. (foto: Media Bali United)
GEMBIRA TAK TERPERI : Kegembiraan Reyner Barusu usai menjebol gawang PSIM Jogja. (foto: Media Bali United)

Gol Reyner Barusu di pengujung laga, menit ke-85 punya makna mendalam bagi sosok belia Serdadu Tridatu. Berikut ini cerita tentang remaja usia 19 tahun tersebut.

SABTU malam yang agak  mendung di Stadion Kapten I Wayan Dipta berubah menjadi saksi bisu lahirnya talenta muda yang patut diperhitungkan.

Reyner Barusu, pemain jebolan Bali United Youth, akhirnya mencicipi atmosfer tim senior dalam laga persahabatan kontra PSIM Yogyakarta.

Dan tak tanggung-tanggung, debutnya disempurnakan dengan sebuah gol indah yang mengguncang tribun penonton. 

Masuk menggantikan pemain senior di menit ke-80, hanya butuh lima menit bagi Reyner atau yang akrab disapa "Iner" untuk mencatatkan namanya di papan skor. 

Tendangan kerasnya pada menit ke-85 menembus jala PSIM, menyumbang satu dari enam gol kemenangan Serdadu Tridatu malam itu.

Bagi pemain muda berusia 19 tahun tersebut, momen itu lebih dari sekadar gol – itu adalah perwujudan dari kerja keras bertahun-tahun di bawah bimbingan para pelatih dan sistem akademi klub.

”Puji Tuhan untuk adaptasi bisa saya lakukan dengan baik berkat bantuan para pemain senior dan pemain asing yang membantu membentuk mental saya dalam latihan maupun pertandingan,” ungkap Iner seusai pertandingan dengan senyum malu-malu namun penuh kebanggaan.

Perkembangan pesat yang dialami Reyner tak bisa dilepaskan dari pengaruh pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen. Mantan pelatih klub Eredivisie Belanda itu membawa serta metode latihan khas Eropa yang menuntut intensitas tinggi, disiplin taktis, dan pemahaman mendalam terhadap permainan.

”Materi latihan yang diberikan sangat baik dan kami pemain bisa mengikuti dengan maksimal. Memang cukup sulit di pekan awal tetapi perlahan mulai bisa mengikutinya dengan baik,” kata Iner yang mengakui sempat kesulitan di awal masa adaptasi.

Pelan tapi pasti, pendekatan Jansen mulai memperlihatkan hasil. Reyner bukan hanya menunjukkan ketangguhan fisik dan teknik sebagai gelandang bertahan, tapi juga kedewasaan bermain yang jauh melampaui usianya. Tak heran jika pelatih asal Belanda itu memberikan kepercayaan untuk mencicipi panggung utama lebih cepat dari ekspektasi.

Reyner sejatinya sudah mulai terlibat dalam latihan tim senior sejak musim lalu di era pelatih Stefano "Teco" Cugurra. Namun, laga melawan PSIM menjadi debut resminya di depan publik sendiri.

Proses transisi dari akademi ke tim utama bukanlah perkara mudah. Namun, Iner menunjukkan kedewasaan dengan tidak segan bertanya dan belajar dari para pemain senior. ”Saya banyak belajar dari mereka, baik soal taktik maupun mental. Mereka sangat membantu, terutama para pemain asing yang memberi banyak masukan,” tambahnya.

Debut manis ini menjadi motivasi tersendiri bagi Reyner Barusu untuk terus berkembang. Ia masih akan menjalani beberapa laga persahabatan dalam rangkaian pramusim, sebelum akhirnya memulai kompetisi BRI Liga 1 di awal Agustus.

Bagi Reyner, ini baru permulaan. Tapi bagi publik Dipta, mungkin mereka baru saja menyaksikan lahirnya bintang masa depan Serdadu Tridatu. (i wayan widyantara)

Editor : Hari Puspita
#laga ujicoba #Super League #bali united #psim jogja