GIANYAR, Radar Bali,id – Bali United mengawali BRI Super League 2025/2026 dengan awal yang kurang mulus. Setelah melakoni dua laga, Serdadu Tridatu masih berkutat dengan hasil imbang.
Meski demikian, semangat juang tim asuhan Jhonny Jensen dan optimisme suporter tak pernah padam.
Pada laga perdana yang digelar di kandang mereka, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali United harus puas berbagi angka 1-1 dengan Persik Kediri. Gol dramatis penyerang andalan, Boris Kopitovic, di masa injury time menjadi penyelamat setelah tertinggal lebih dulu oleh gol Telmo Castanheira.
Pekan berikutnya, nasib serupa kembali dialami saat bertandang ke markas Malut United. Pertandingan sengit itu berakhir dengan skor 3-3, di mana kemenangan yang sudah di depan mata sirna akibat gol bunuh diri Rizky Dwi di menit-menit akhir.
Dengan dua hasil seri ini, Bali United mengantongi dua poin dan kini berada di posisi kesembilan klasemen sementara.
Optimisme di Tengah Catatan Lini Belakang
Meskipun belum meraih kemenangan, Ketut Subudi, pentolan Semeton Bulldog, menilai performa tim secara keseluruhan sudah menunjukkan perkembangan signifikan. Menurutnya, variasi serangan kini jauh lebih dinamis dan sulit dibaca lawan dibandingkan musim sebelumnya.
"Secara permainan sudah bagus, cuma ada yang perlu dibenahi, yaitu di lini belakang," kata Subudi saat ditemui pada Kamis (21/8). "Saya lihat lini belakang masih kurang padu karena terlalu asyik menyerang."
Selain itu, ia juga menyoroti sektor tengah yang dianggapnya masih butuh waktu untuk menemukan chemistry yang pas. Meskipun demikian, Subudi sangat yakin dengan kualitas para pemain baru, terutama pemain asing yang direkrut musim ini. Ia percaya, begitu kekompakan antarlini terbentuk, hasil positif akan segera datang.
"Ini masih awal liga. Memang dua kali seri, tapi secara permainan ada peningkatan. Sekarang lebih dinamis, tinggal butuh waktu saja," tambahnya dengan penuh keyakinan.
Momen Kebangkitan di Laga Berikutnya
Ujian sesungguhnya bagi Serdadu Tridatu akan datang pada Sabtu, 23 Agustus 2025, saat mereka menjamu rival berat, Persebaya Surabaya, di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Pertandingan ini menjadi kesempatan emas untuk meraih kemenangan perdana.
Mengingat rekor pertemuan terakhir di mana Bali United menang 3-1, harapan untuk mengulangi hasil serupa sangatlah tinggi. Dengan persiapan yang matang dan evaluasi dari dua laga sebelumnya, duel kontra Persebaya bisa menjadi momentum kebangkitan bagi Bali United.
Para suporter berharap, dua hasil imbang di awal musim ini hanyalah fondasi untuk membangun performa puncak, bukan cerminan dari stagnasi. Apakah Serdadu Tridatu mampu meraih kemenangan pertama dan membangkitkan semangat seluruh pendukungnya? Kita nantikan bersama.[*]
Editor : Hari Puspita