Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Persija vs Bali United: Serdadu Tridatu Pincang di Lini Belakang

Dhian Harnia Patrawati • Minggu, 14 September 2025 | 17:03 WIB
ABSEN - Bek Bali United Joao Ferrari absen membela Serdadu Tridatu melawan Persija karena terkena kartu merah saat menjamu Madura United pada 30 Agustus lalu.
ABSEN - Bek Bali United Joao Ferrari absen membela Serdadu Tridatu melawan Persija karena terkena kartu merah saat menjamu Madura United pada 30 Agustus lalu.

RADAR BALI - Sebuah laga dengan nuansa klasik internasional akan tersaji di pekan kelima BRI Super League 2025/26 saat Persija Jakarta menjamu Bali United FC.

Pertandingan yang akan digelar di Jakarta International Stadium (JIS) pada hari Minggu (14/9) ini bukan sekadar perebutan tiga poin.

Pertemuan kedua tim juga merupakan adu gengsi dua filosofi sepak bola besar dunia: Jogo Bonito ala Brasil melawan Total Football milik Belanda.

Aroma persaingan dua raksasa sepak bola dunia ini menguar kental dari komposisi skuad kedua tim.

Persija Jakarta tampil dengan kekuatan penuh Samba, diperkuat oleh total 10 pemain asal Brasil, di antaranya Carlos Eduardo, Gustavo Almeida, Bruno Tubarao, Allano Souza, Maxwell Souza, Gustavo Franca, Fabio Silva, Basty Sousa, Alan Cardoso, dan Thales Lira.

Di sisi lain, Bali United datang dengan sentuhan Eropa dari Negeri Kincir Angin. Skuad Serdadu Tridatu dihuni oleh legiun Belanda seperti Mike Hauptmeijer, Tim Receveur, Jordy Bruijn, dan Thijmen Goppel.

Pelatih kepala Bali United FC, Johnny Jansen, mengakui atmosfer unik yang menyelimuti laga ini.

“Bagi saya, kedua tim menampilkan gaya permainan dari kedua negara berbeda, di mana Persija memiliki beberapa pemain dari Brasil dan kami dari Belanda,” ungkap Coach Johnny.

Gengsi Sejarah di Panggung Dunia

Meskipun ini adalah kompetisi domestik, perbandingan dengan sejarah pertemuan Brasil dan Belanda di Piala Dunia tak terelakkan.

Dalam lima pertemuan di panggung sepak bola tertinggi, Belanda unggul tipis dengan tiga kemenangan berbanding dua kemenangan untuk Brasil.

Tentu, rekor pertemuan di Piala Dunia tidak akan berpengaruh langsung pada hasil laga di JIS.

Namun, duel gaya permainan yang menjadi ciri khas kedua negara inilah yang menjadi sorotan utama.

Kondisi Tim: Puncak Klasemen vs Misi Perbaikan

Menjelang laga ini, kedua tim berada dalam kondisi yang kontras. Persija Jakarta, sang Macan Kemayoran, kokoh di puncak klasemen dengan raihan 10 poin dari tiga kemenangan dan satu hasil imbang.

Ini menunjukkan performa yang solid dan belum terkalahkan.

Sementara itu, Bali United masih mencari konsistensi dan berada di posisi ke-8 klasemen dengan 5 poin, hasil dari satu kemenangan, dua imbang, dan satu kekalahan.

Meskipun Persija lebih diunggulkan, para pemain Bali United tetap optimistis.

Penyerang senior, Rahmat, mengakui keunggulan lawan namun percaya pada strategi timnya.

“Pelatih Bali United sudah tahu cara meredam serangan di kandang mereka dan saya rasa kalau kami tetap kompak dengan determinasi tinggi, kami bisa dapatkan hasil,” ujar Rahmat.

Semangat serupa juga ditunjukkan oleh penyerang sayap asal Belanda, Thijmen Goppel.

Setelah berkontribusi dengan 2 gol dan 2 assist dari empat laga, ia bersemangat menghadapi tantangan di JIS.

“Target saya ingin menang dan tentu bisa mencetak gol serta assist. Tapi yang utama adalah kemenangan tim. Saya sangat bersemangat untuk melanjutkan tantangan baru saya menghadapi Persija di sana,” tegas Goppel.

Serdadu Tridatu Pincang di Lini Belakang

Sayangnya, Bali United harus menghadapi kekuatan Persija tanpa bek andalan mereka, Joao Vitor Ferrari Silva.

Bek asal Brasil itu harus absen akibat kartu merah yang diterimanya saat melawan Madura United FC, yang berujung pada sanksi tambahan dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Berdasarkan keputusan Komdis, Joao Ferrari dilarang bermain dalam total tiga pertandingan dan dikenai denda Rp 10 juta.

Absennya Joao menjadi kerugian besar, namun Coach Johnny Jansen masih memiliki opsi di lini pertahanan seperti Bagas Adi, Kadek Arel, atau sang kapten Ricky Fajrin.

Pertarungan di Jakarta International Stadium pada Minggu malam pukul 19.00 WIB (20.00 WITA) ini akan menjadi pembuktian.

Akankah tarian indah Jogo Bonito dari para punggawa Samba Persija yang akan berpesta?

Ataukah permainan kolektif Total Football dari legiun Belanda Bali United yang akan membawa pulang tiga poin berharga? ***

Editor : Ibnu Yunianto
#persija vs bali united #siaran langsung #klasemen #susunan pemain #skor #persija jakarta #prediksi #Bali United vs Persija Jakarta #Super League 2025 #bali united #BRI Super League 2025 #liga satu