GIANYAR, RadarBali.id - Bali United memberikan sinyal kuat tentang arah regenerasi tim saat menahan imbang Persija Jakarta 1-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (13/9/2025).
Pelatih kepala Jhonny Jansen tidak ragu memberi kesempatan kepada tiga pemain muda, Kadek Arel, Rahmat Arjuna, dan Jens Raven, di babak kedua pertandingan yang penuh tekanan tersebut.
Keputusan Jensen bukan tanpa alasan. Ini adalah bagian dari filosofi jangka panjang yang ia bawa dari Belanda.
"Pemain-pemain U-23 adalah pemain berbakat. Rahmat sangat cepat, dan Arel baru pulih dari sakit, tapi kami ingin memberi mereka kesempatan," ujar Jensen dalam konferensi pers usai laga.
Menurutnya, bermain di bawah tekanan ribuan suporter Persija menjadi "sekolah" terbaik bagi para pemain muda. "Ini sangat penting untuk perkembangan mereka," tambahnya.
Filosofi Jensen ini tidak hanya terlihat di lapangan. Di Bali United Training Center, para pemain muda juga mendapat program latihan intensif ala Eropa, termasuk sesi video analisis dan latihan kekuatan.
"Kalau kita bicara soal masa depan Bali United, maka penting bagi pemain Indonesia, terutama yang muda, untuk bermain," jelas Jensen.
Mantan pelatih PEC Zwolle ini menekankan bahwa pembinaan pemain muda harus dimulai sejak dini. "Di Belanda, pemain 23 tahun sudah bermain di liga tertinggi. Di sini, mereka harus diberi kesempatan lebih awal agar bisa tumbuh," tegasnya.
Dengan menurunkan Arel, Rahmat, dan Jens Raven di laga krusial, Jansen membuktikan bahwa regenerasi bukan sekadar wacana, melainkan kebijakan nyata di Bali United. "Ini bukan hanya soal hasil hari ini. Ini tentang masa depan sepak bola Indonesia," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita