DENPASAR, RadarBali.id – Kabar mengejutkan datang dari kancah bola basket nasional. Bali United Basketball dipastikan absen dari kompetisi Indonesia Basketball League (IBL) musim 2026. Keputusan ini menambah daftar tim yang tidak akan berpartisipasi, menjadikan IBL musim depan hanya akan diikuti oleh 11 tim.
Kepastian mundurnya klub berjuluk Tridatu Warriors ini disampaikan langsung oleh Pelatih Kepala Bali United Basketball, I Gusti Ngurah Rusta Wijaya, atau yang akrab disapa Coach Rusta.
“Sudah fixed (mundur),” tegas Coach Rusta kepada Jawa Pos Radar Bali pada Selasa (14/10/2025), meski ia mengaku kurang memahami alasan detail di balik keputusan tersebut.
Bali United dan Bima Perkasa Absen
Direktur IBL, Junas Miradiarsyah, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa hanya 11 tim yang akan berpartisipasi di musim 2026. Selain Bali United Basketball, tim Bima Perkasa Jogjakarta juga dipastikan mundur. Sementara itu, Prawira Bandung memilih absen setelah Satria Muda memutuskan memindahkan home base mereka ke Bandung.
Junas menjelaskan, batas waktu yang diberikan IBL agar tim mencari solusi terkait keikutsertaan mereka telah terlewati.
“Pada Agustus, sebelum All-Indonesian itu, kami sudah sampaikan agar manajemen masing-masing tim mencari solusi. Sampai batas waktu 100 sampai 120 hari sebelum kompetisi itu, tidak ada korespondensi lagi, sehingga otomatis Bali United dan Bima Perkasa tidak berpartisipasi di musim 2026,” jelas Junas.
Efisiensi Perusahaan Jadi Pertimbangan Berat
Mengenai alasan mundurnya Bali United, Junas menuturkan bahwa keputusan ini lebih didasari oleh konsolidasi internal dan efisiensi perusahaan. Sebagai perusahaan publik (Tbk), manajemen Bali United Group melakukan pengetatan anggaran di seluruh lini, termasuk basket.
“Untuk Bali United, secara grup mereka melakukan efisiensi karena merupakan perusahaan terbuka (IPO). Jadi keputusan itu didasari pertimbangan pembukuan dan efisiensi di seluruh lini, bukan hanya basket,” kata Junas.
Sementara itu, mundurnya Bima Perkasa disebut Junas lebih karena masalah internal, meskipun mereka dianggap suportif terhadap rencana IBL.
Nasib Pemain dan Pelatih
Kepastian ini membuat para pemain dan staf pelatih harus mulai mencari pelabuhan baru. Coach Rusta mengungkapkan, beberapa pemainnya sudah mulai dihubungi oleh klub-klub lain, apalagi beberapa di antaranya memang telah habis masa kontraknya.
“Beberapa pemain sudah dikontak sama klub-klub lain. Kebetulan memang beberapa dari mereka sudah habis masa kontraknya,” terang pelatih yang dikenal kerap membawa tim SMA Negeri 1 Denpasar langganan juara DBL ini.
Untuk jajaran pelatih dan ofisial, kontrak mereka masih berlaku hingga Desember. Namun, pihak klub memberikan kelonggaran dan izin bagi mereka untuk segera pindah apabila ada tawaran dari tim lain.
Terkait masa depannya sendiri, Coach Rusta mengaku belum mengambil keputusan pasti setelah dua tawaran klub mengalami perubahan. “Untuk sementara, saya fokus kembali membina pemain-pemain muda Bali yang berpotensi melanjutkan ke tingkat pro,” ujarnya.
Harapan dan Momentum Pembinaan Lokal
Mundurnya Bali United Basketball adalah kabar pahit bagi pencinta bola basket di Pulau Dewata yang sempat bangga memiliki tim profesional.
Meski demikian, Coach Rusta memilih untuk mengambil sisi positif. Ia menilai situasi ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan pemain muda Bali agar ke depan bisa bersaing di level nasional.
“Basket di Bali punya potensi besar. Banyak anak-anak muda yang punya talenta. Kalau pembinaan berkelanjutan, bukan tidak mungkin Bali kembali punya tim yang kuat di IBL nanti,” harapnya.
Coach Rusta menutup dengan sikap profesional dan optimistis, berharap semangat basket profesional di Bali bisa kembali hidup di masa mendatang.[*]
Editor : Hari Puspita