RADAR BALI – Bali United FC menghadapi tantangan berat dalam lawatan perdananya ke Stadion Gelora Bumi Kartini untuk menghadapi tuan rumah Persijap Jepara.
Kedua tim bertemu di pekan ke-9 BRI Super League 2025/26, Minggu (19/10) malam ini.
Selain harus berjuang memperbaiki posisi di klasemen, Serdadu Tridatu dilanda badai cedera yang cukup parah.
Jelang duel perdana bersejarah antara kedua tim ini, Bali United kehilangan sejumlah pilar yang kerap mengisi starting line-up.
Gelandang bertahan Reyner Barusu mengalami cedera pergelangan kaki saat latih tanding bersama Perseden Denpasar.
Sedangkan gelandang serang Mirza Mustafic mengalami dislokasi bahu saat melawan Semen Padang.
Sebelumnya, Brandon Wilson juga mengalami cedera saat melawan Semen Padang dan hanya sempat bermain 7 menit sebelum digantikan Reyner Barusu.
Demikian pula dengan Irfan Jaya yang tidak bisa tampil karena sakit. "Lalu ada Made Tito yang sudah lama menjalani masa pemulihan," ungkap Coach Johnny Jansen.
Namun, di tengah krisis tersebut, kembalinya bek kunci Joao Ferrari menjadi harapan utama Coach Johnny.
Pemain bertahan ini mendapatkan kartu merah karena melakukan tekel keras saat melawan Madura United pada 30 September lalu.
Komdis PSSI lantas memberi sanksi larangan bermain tiga pertandingan, sehingga, mantan pemain PSIS Semarang ini harus menepi saat Bali United bertemu Persija Jakarta, PSIM Yogyakarta, dan Semen Padang.
Pelatih asal Belanda itu memberinya tugas khusus: mengawal ketat bintang asing Persijap yang sedang on fire, Rosalvo Junior.
"Saya senang Joao sudah kembali setelah tiga pekan harus absen dari tim," ujar Coach Johnny.
Kehadiran Ferrari sangat krusial, apalagi pelatih telah menyiapkan skema khusus untuk meredam lini serang Persijap.
Berdasarkan analisis tim pelatih, ada dua pemain tuan rumah yang wajib diwaspadai, yakni penyerang sayap Najeeb Yakubu dan pemain bernomor punggung 10 Rosalvo Candido Rosa Junior.
Rosalvo adalah mesin gol Persijap yang sempat menjadi pahlawan kemenangan Laskar Kalinyamat saat menumbangkan Persis Solo.
"Saya tahu mereka memiliki permainan menekan yang tinggi dengan berlari dalam arena pertandingan. Ada (Najeeb) Yakubu yang bertahan dan menyerang dengan sangat baik. Lalu ada pemain depan dengan nomor 10 itu juga sangat baik," ujar Coach Johnny, menyoroti ancaman dari Rosalvo.
Meskipun komposisi tim pincang, pelatih asal Belanda tersebut melihat krisis ini sebagai kesempatan emas.
"Pengalaman ini menjadi kesempatan buat pemain lain untuk tampil, terutama dalam pengembangan pemain muda dalam tim kami saat ini. Kesempatan buat tampil menjadikan seorang pemain muda bisa merasakan atmosfer bermain di level tertinggi sepak bola," jelasnya.
Dengan demikian, laga malam ini akan mempertemukan duel sengit sesama Brasil di setor pertahanan dan serangan.
Joao Ferrari bertugas "mematikan" pergerakan striker berbahaya, Rosalvo Junior, demi membawa pulang tiga poin ke Bali dan memperbaiki posisi mereka di klasemen yang kini berada di peringkat ke-11.
"Kami sudah menganalisa mereka sebagai sebuah tim yang terorganisir. Kami sudah sangat siap dan semoga tiga poin menjadi milik Bali United," tegas Ferrari jelang comeback resminya.***
Editor : Ibnu Yunianto