GIANYAR, Radar Bali.id – Akhir pekan menjadi panggung drama sengit bagi skuad muda Bali United dalam lanjutan Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/26. Bertanding di kandang sendiri, Bali United Training Center (Gianyar) pada Minggu (19/10/2025), tiga kelompok usia Serdadu Tridatu Muda — U16, U18, dan U20 — menampilkan daya juang tinggi saat menjamu Persib Bandung, dengan hasil yang berliku namun menjanjikan.
Dari tiga pertarungan ini, sorotan utama tertuju pada Bali United U16 yang sukses mencuri kemenangan dramatis 3-2 atas Persib Bandung U16, sekaligus mengukuhkan posisi di papan atas klasemen.
Sementara itu, Bali United U18 harus mengakui keunggulan tipis lawan 1-2, dan yang paling melegakan, Bali United U20 berhasil memutus tren negatif dengan meraih poin perdana setelah menahan imbang 1-1.
U16: Andika Januari Gemilang, Kunci Kemenangan Papan Atas
Skuad U16 asuhan Coach Edy Supriyono langsung tancap gas di laga pembuka, menunjukkan permainan menyerang yang efektif sejak menit awal. Keunggulan cepat tercipta pada menit keenam melalui eksekusi tendangan bebas brilian oleh Andika Januar Caesar, yang menembus pagar hidup dan tak mampu diantisipasi kiper Persib.
Andika, sang pemain bernomor punggung 9, benar-benar menjadi momok bagi lawan setelah ia menggandakan keunggulan di menit ke-33 lewat sundulan tajam memanfaatkan umpan silang akurat dari sisi kiri.
Persib Bandung sempat memperkecil ketertinggalan dua menit berselang lewat Muhammad Haikal, menutup babak pertama dengan skor 2-1.
Intensitas tinggi berlanjut di babak kedua. Bali United U16 menjauh melalui gol indah Abdul Khalil di menit ke-53 dengan sepakan keras dari dalam kotak penalti. Gol hiburan dari Nazhir Kaisan (Persib) di menit ke-80 tidak mampu membendung kemenangan ketiga Bali United U16 dalam empat laga, dengan skor akhir 3-2.
Kemenangan ini membuat Bali United U16 kini mengoleksi 9 poin. Mereka siap melanjutkan tren positif saat menjamu Persis Solo U16 di pekan kelima.
U20: Joriel Jethro Pahlawan Penyelamat Poin Perdana
Kabar baik datang dari tim tertua, Bali United U20. Setelah tiga pekan selalu gagal meraih poin, skuad asuhan Made Pasek Wijaya akhirnya memutus "puasa" dengan hasil imbang 1-1 melawan Persib Bandung U20.
Sempat tertinggal lebih dulu di menit ke-22 oleh sundulan Eriko Sulastiano, Bali United U20 menunjukkan mental baja di babak kedua. Tekanan yang dibangun oleh Andre Pangestu dan rekan-rekan berbuah manis di menit-menit krusial.
Gol penyama kedudukan lahir dari skema sepak pojok, di mana Joriel Jethro Tuhuteru menyundul bola hasil umpan terukur dan memastikan skor imbang 1-1. Poin perdana ini menjadi momentum kebangkitan bagi U20.
Menanggapi performa tim, Pelatih Kepala Made Pasek Wijaya menyoroti dua aspek penting. “Secara keseluruhan anak-anak bermain cukup baik dalam menciptakan peluang. Namun yang perlu diperbaiki adalah finishing dan mental dalam bertanding,” ujarnya.
Coach Pasek menegaskan bahwa jeda waktu akan dimanfaatkan maksimal. “Kami akan fokus memperbaiki penyelesaian akhir dan konsentrasi pemain. Targetnya jelas, harus menang agar tidak tertinggal jauh di klasemen,” tegasnya.
U18: Kalah Tipis, Daya Juang Mengesankan
Sementara itu, laga ketat tersaji saat Bali United U18 berhadapan dengan Persib Bandung U18. Pertandingan berakhir 1-2 untuk kemenangan tim tamu.
Setelah Kaindra Nabil membawa Persib unggul di menit ke-34, semangat juang Serdadu Tridatu Muda membuahkan hasil di babak kedua melalui sepakan mendatar Nengah Aditya Darma di menit ke-53. Namun, kesalahan antisipasi lini belakang kembali dimanfaatkan Persib, dan Hugo Ariiq Ramadani mencetak gol kemenangan di menit ke-72.
Meskipun kalah, tim pelatih menilai organisasi permainan dan daya juang anak asuh mereka menunjukkan perkembangan positif. Bali United U18 bertekad bangkit pekan depan saat menghadapi Persis Solo U18.
Tiga hasil berbeda – menang, kalah, dan imbang – menegaskan dinamika pembinaan usia muda Bali United. Dengan kompetisi EPA yang menuntut konsistensi, setiap laga adalah ujian penting untuk menyiapkan fondasi kuat bagi masa depan klub kebanggaan Pulau Dewata ini.[*]
Editor : Hari Puspita