Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bali United Koleksi Dua Kartu Merah dan 21 Kartu Kuning dalam 11 Pertandingan, Coach Johnny Soroti Kedisiplinan Pemainnya

Dhian Harnia Patrawati • Selasa, 4 November 2025 | 14:50 WIB
Dr Ganda merawat Mirza Mustafic yang mengalami dislokasi bahu saat melawan Semen Padang.
Dr Ganda merawat Mirza Mustafic yang mengalami dislokasi bahu saat melawan Semen Padang.

RADAR BALI - Kekalahan tipis Bali United 0-1 dari Persib Bandung pada pekan ke-11 BRI Super League 2025/26 menyisakan kekecewaan mendalam bagi skuad Serdadu Tridatu.

Skor akhir di Stadion Kapten I Wayan Dipta tersebut menorehkan rekor baru bagi Maung Bandung karena pada akhirnya berhasil meraih kemenangan perdana di markas Bali United.

Kekalahan tersebut diwarnai oleh insiden kartu merah langsung yang diterima gelandang Mirza Mustafić hanya empat menit setelah diturunkan ke lapangan.

Kartu merah tersebut mengubah total jalannya pertandingan karena Bali United kalah jumlah pemain dan berujung pada gol penentu kemenangan Persib oleh Andrew Jung di menit ke-84.

Mirza Mustafić dimasukkan pada babak kedua tepatnya menit ke-65, namun hanya berada di lapangan selama empat menit sebelum diusir wasit Irfan Wahyu Wijanarko.

Gelandang nomor 10 itu dianggap melakukan upaya mencederai lawan. 

Mustafic dipastikan absen dalam pertandingan melawan Bhayangkara FC pada 7 November. 

Dia juga masih menunggu hukuman tambahan berupa larangan tampil dalam pertandingan lanjutan Super League dari Komdis PSSI.

Absennya Mustafic menjadi pukulan bagi Bali United karena eks pemain FK Sarajevo ini telah menyumbang 3 gol dalam sebelas pertandingan. 

Eks kapten FK Sarajevo itu juga menjadi tumpuan lini depan Bali United bersama Boris Kopitovic yang juga mengoleksi jumlah gol yang sama dengannya. 

Apalagi, Mirza sebelumnya juga telah absen dalam sejumlah pertandingan Bali United karena dislokasi bahu saat melawan Semen Padang. 

Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen, memberikan komentarnya usai pertandingan.

Pelatih asal Kroasia itu mengaku kecewa karena keputusan wasit tersebut mengubah jalannya laga.

"Pertandingan yang tidak mudah karena Persib memiliki peluang dari free kick dan corner. Namun kami juga punya peluang yang bisa menjadi gol pertama melalui Rahmat Arjuna. Dan situasi berubah ketika kami terkena kartu merah," ungkap Coach Johnny.

Mantan pelatih PEC Zwolle ini menyayangkan keputusan wasit yang dinilai kurang tepat karena seharusnya wasit juga melihat pelanggaran yang terjadi pada Boris Kopitović sebelum insiden kartu merah Mirza.

"Saya pastinya kecewa dengan kartu merah itu karena mengubah jalannya pertandingan. Sebelum adanya kartu merah itu, wasit harusnya melihat pelanggaran yang terjadi kepada Boris," terang Coach Johnny.

Meskipun mengalami kekalahan, Johnny Jansen tetap bangga akan proses yang sudah dijalani Ricky Fajrin dan kawan-kawan.

Dia meyakini timnya akan terus berkembang dan semakin matang dalam pemahaman taktikal.

"Saya melihat dari awal hingga sekarang tim ini terus berkembang. Kami menjadi lebih bagus melalui umpan yang semakin matang, hingga pemahaman akan taktikal permainan," kata pelatih yang baru bergabung awal musim ini.

"Saya tidak suka dengan hasilnya, tetapi saya suka akan perkembangan proses tim ini," ujar Coach Johnny.

Menurutnya, kemampuan Bali United mendikte permainan saat melawan tim sekelas Persib membuktikan kematangan taktikal dan kebugaran pemainnya.

Namun, insiden kartu merah menjadi pembelajaran keras bagi timnya untuk terus meningkatkan kedisiplinan dan profesionalitas di lapangan.

"Tugas kami saat ini tentu berlatih lagi untuk semakin matang. Jika kami semakin matang, maka kami akan terus memenangkan pertandingan kedepannya," tegas Coach Johnny.

Kekalahan ini semakin disoroti oleh gelandang asing sekaligus kapten di laga tersebut, Tim Receveur, yang menekankan pentingnya profesionalitas.

Tim Receveur menyoroti betapa situasi sulit harus dihadapi timnya ketika memperoleh kartu merah di babak kedua yang membuat fokus dan konsentrasi pemain berubah.

Masalah kedisiplinan memang perlu menjadi perhatian serius di skuad Serdadu Tridatu. 

Selain Mirza Mustafic, bek asing Joao Ferrari juga telah mendapatkan kartu merah saat melawan Madura United pada 30 Agustus 2025. 

Setelah itu, Ferrari mendapatkan sanksi absen di tiga pertandingan dan denda 10 juta. 

Akibatnya, Joao Ferrari absen membela Bali United dalam pertandingan penting melawan Persija yang berakhir imbang 1-1 dan saat kalah dari PSIM Yogyakarta 1-3.

Bahkan, Bali United harus kebobolan satu gol saat melawan tim paling buntut di klasemen Semen Padang meski menang 3-1 di Stadion Haji Agus Salim.

Beruntung Bali United belum mengungguli dua tim asal Jatim yang sama-sama brutal karena telah mengoleksi 4 kartu merah dalam 11 pertandingan perdana Super League: Persebaya Surabaya dan Arema Malang! 

Selain kartu merah, sejumlah pemain Bali United juga sudah mendapatkan 21 kartu kuning dalam sebelas pertandingan perdana Super League. 

Artinya, rata-rata pemain Bali United mengoleksi dua kartu kuning per laga.

Sejumlah pemain penting juga sudah mulai mendekati ambang batas larangan bermain (biasanya setelah 4 kartu kuning).

Antara lain, Joao Ferrari, Andhika Wijaya, Boris Kopitovic, Brandon Wilson, Mirza Mustafic, dan Ricky Fajrin yang semuanya telah mengoleksi minimal 2 kartu kuning.

Serdadu Tridatu harus segera membenahi kedisiplinan dan profesionalitas jelang laga tandang pekan ke-12 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada hari Jumat (7/11) mendatang. ***

 


Editor : Ibnu Yunianto
#persib bandung #Johnny Jansen #Boris Kopitovic #bali united #Mirza Mustafic #Tim Receveur #Joao Ferrari