Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

JANSEN FRUSTRASI! Gegara Lemah Mental, Bali United Kini Terpental

I Wayan Widyantara • Senin, 10 November 2025 | 17:34 WIB
PERFORMA ROLLER COASTER: Bhayangkara Presisi Lampung FC menang 2-1 melawan Bali United di ke-12 BRI Super League 2025/26 di Stadion Sumpah Pemuda. (foto: Media BhayangkaraFC/Instagram)
PERFORMA ROLLER COASTER: Bhayangkara Presisi Lampung FC menang 2-1 melawan Bali United di ke-12 BRI Super League 2025/26 di Stadion Sumpah Pemuda. (foto: Media BhayangkaraFC/Instagram)

 

BANDAR LAMPUNG, Radar Bali.id – Tren negatif Bali United FC berlanjut setelah mereka dipaksa mengakui keunggulan tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor tipis 2-1 pada pekan ke-12 BRI Super League 2025/26 di Stadion Sumpah Pemuda, Jumat (7/11) sore.

Kekalahan ini memperpanjang catatan Serdadu Tridatu yang gagal meraih kemenangan dalam dua laga beruntun.

Kekalahan menyakitkan ini diperparah dengan drama kartu merah kontroversial dan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit, meski teknologi Video Assistant Referee (VAR) telah diterapkan.

Gol Cepat dan Pukulan Akhir

Bali United langsung tertinggal cepat di menit ke-6 melalui sepakan Dendy Sulistyawan. Gol cepat tersebut membuat tim asuhan Johnny Jansen berada di bawah tekanan sepanjang babak pertama.

Harapan Serdadu Tridatu sempat menyala di babak kedua setelah Made Andhika Wijaya menyamakan kedudukan di menit ke-60, memanfaatkan kemelut di depan gawang.

Namun, mimpi Bali United untuk membawa pulang poin sirna ketika bek Bhayangkara, Slavko Damjanovic, mencetak gol sundulan penentu kemenangan di menit ke-85.

Puncak kekecewaan Bali United terjadi pada menit ke-81 ketika gelandang asal Belanda, Tim Receveur, diusir keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua dari wasit Pipin Indra Pratama.

Keputusan itu dinilai kontroversial karena Receveur tampak justru menjadi korban pelanggaran. Gelandang Bali United, Jordy Bruijn, menyampaikan kekecewaan keras.

"Kakinya bengkak dan berdarah [akibat pelanggaran], tapi justru dia yang dikeluarkan. Ini fakta yang menyakitkan, dan saya tidak senang dengan laga kali ini," ungkap Bruijn.

Bruijn juga menyoroti dugaan pelanggaran yang mengawali gol pertama Bhayangkara, menilai wasit Pipin Indra Pratama gagal memberikan keadilan sepanjang laga.

Reaksi Pelatih: Mental Harus Berubah

Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen, mengakui kontroversi wasit memengaruhi permainan timnya. Namun, ia juga menyoroti masalah internal skuadnya, terutama kegagalan dalam mengkonversi peluang.

“Keputusan itu tentu berpengaruh terhadap permainan kami. Tapi kami juga harus sadar bahwa peluang yang kami ciptakan seharusnya bisa dikonversi menjadi gol,” ujar Jansen.

Pelatih asal Belanda itu mengakui timnya kesulitan bangkit setelah kebobolan dan kini fokus pada perbaikan mental bertanding.

“Kami menyadari secara mental kami harus berubah untuk bisa mencetak gol dan memenangkan pertandingan di laga berikutnya,” tambahnya.

Ini adalah kartu merah kedua berturut-turut yang dialami pemain asing Bali United, setelah Mirza Mustafic juga diusir pekan lalu. Situasi ini tentu menyulitkan Jansen untuk meramu lini tengah di laga selanjutnya.

Dengan hasil ini, Bali United tertahan di peringkat tengah klasemen dengan 13 poin dari 11 pertandingan. Serdadu Tridatu harus segera bangkit saat menjamu Persis Solo di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada pertandingan berikutnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#serdadu tridatu #Super League #bali united #bhayangkara fc