GIANYAR, RadarBali.id – Harapan meraih poin penuh dalam suasana Hari Raya Galungan dan Kuningan sirna. Bali United (BU) kembali gagal memetik kemenangan setelah dipaksa bermain imbang 0-0 melawan Persis Solo dalam lanjutan pekan ke-13 Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu malam (23/11/2025).
Dominasi penuh Serdadu Tridatu selama 90 menit terasa sia-sia lantaran mandulnya lini serang mereka yang berkali-kali kandas di pertahanan rapat tim tamu dan kegemilangan kiper Muhamad Riyandi.
Sejak peluit awal, BU tampil agresif dengan serangan bertubi-tubi, dipimpin kecepatan Thijmen Goppel dan ketajaman Boris Kopitovic. Pelatih BU, Jhonny Jansen, mengakui timnya sudah nyaman dan menciptakan banyak peluang di babak pertama.
"Tapi Riyandi tampil sangat baik," ujar pelatih asal Belanda itu.
Tekanan BU berlanjut di babak kedua, bahkan setelah pergantian pemain dilakukan untuk menambah variasi serangan. Namun, hingga tambahan waktu enam menit berakhir, skor kacamata tetap tak berubah. Secara statistik, BU unggul 55% penguasaan bola, melepaskan total 21 tembakan – lima di antaranya tepat sasaran – namun tak satupun berbuah gol.
"Kelemahan Terbesar di Kotak Penalti"
Usai laga, Jansen tak bisa menutupi kekecewaannya. Ia menegaskan kelemahan terbesar timnya ada di kotak penalti lawan.
"Di dalam kotak, kita harus menciptakan lebih banyak kesempatan. Kita harus melakukannya dengan lebih baik. Satu-satunya hal yang saya kecewa adalah kita tidak menang hari ini," tegas Jansen, sembari mencatat bahwa proses perkembangan tim sudah membaik.
Senada dengan pelatih, pemain muda Timnas U-23, Rahmat Arjuna, secara blak-blakan menyuarakan kekecewaannya. "Kami sangat banyak membuang peluang. Finishing harus kami perbaiki, tidak boleh mengulang hal yang sama," ujarnya.
Sementara itu, hasil imbang ini disambut gembira oleh kubu lawan. Caretaker pelatih Persis, Tithan Suryata, menyebut satu poin ini sangat berharga. "Ini poin penting untuk kami. Tidak mudah melawan Bali United di kandangnya," ungkapnya.
Hasil ini membuat Bali United tertahan di peringkat 11 klasemen sementara dengan 14 poin, sementara Persis Solo masih terbenam di dasar klasemen. Laga ini menjadi sinyal keras bagi Serdadu Tridatu: dominasi permainan tak berarti tanpa ketajaman penyelesaian akhir. Pembenahan sektor finishing menjadi pekerjaan rumah utama di tengah padatnya jadwal kompetisi. [*]
Editor : Hari Puspita