GIANYAR, RadarBali.id – Bali United kembali gagal meraih kemenangan setelah ditahan imbang 0-0 oleh Persis Solo pada laga Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (23/11/2025).
Hasil ini memperpanjang tren minor Serdadu Tridatu yang sudah mencatatkan empat laga tanpa kemenangan dan dua pertandingan beruntun tanpa mencetak gol.
Tumpulnya lini serang ini tak lepas dari absennya dua pilar asing, Mirza Mustafic dan Tim Receveur, yang harus menjalani hukuman kartu. Mirza terkena kartu merah saat melawan Persib Bandung, sementara Receveur diganjar dua kartu kuning pada laga sebelumnya kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Kehilangan Pilar Asing Terlalu Banyak
Pelatih Bali United, Jhonny Jansen, tidak menyangkal bahwa absennya dua pemain asing tersebut sangat memengaruhi performa tim. Ia mengakui, kondisi tim menjadi timpang, terutama di lini depan.
”Kami bermain tanpa Mirza. Itu memengaruhi tim kita, tentu saja. Di tim kami, kami memiliki delapan pemain depan, dan kita kehilangan dua. Itu terlalu banyak. Itulah yang kita bicarakan,” sebut Jansen usai pertandingan.
Meskipun demikian, pelatih asal Belanda itu menolak jika hasil imbang melawan Persis semata-mata diakibatkan oleh hukuman tersebut. Jansen mengakui bahwa masalah utama timnya kini adalah kualitas penyelesaian akhir.
”Jika Anda melihat banyak pertandingan dari kami, kami menciptakan banyak kesempatan. Tapi kita harus menyelesaikannya, dan saat ini itu masalah besar," keluhnya.
Manajemen Siapkan Belanja Pemain di Bursa Transfer
Menyadari penurunan kualitas yang drastis, Jansen mengungkapkan bahwa manajemen sudah mengambil langkah antisipasi. Mereka berencana melakukan penambahan pemain untuk bursa transfer paruh musim yang akan datang.
”Kami ingin membawa lebih banyak pemain selanjutnya di bulan Januari. Jadi kami akan mencoba membawa kualitas yang lebih tinggi di tim kita, karena itulah yang kita butuhkan,” tegasnya.
Puji Etos Kerja Pemain
Terlepas dari hasil yang mengecewakan, Jansen memuji etos kerja dan semangat juang skuadnya. Ia melihat para pemain sudah berjuang maksimal sesuai dengan rencana permainan yang disusun.
”Satu hal yang ingin saya katakan adalah pemain bisa marah karena hasilnya harusnya lebih baik. Tapi pemain tidak bisa marah jika melihat tim kami sudah bekerja. Mereka ingin bertempur untuk menang bagi Bali United, dan itu yang bisa kalian lihat,” tutup Jansen.
Dengan dua pemain asing yang masih menjalani hukuman, Bali United dituntut segera menemukan solusi sebelum memasuki pekan krusial Liga 1. Pekan berikutnya, Serdadu Tridatu akan menghadapi tantangan berat dengan bertandang ke Samarinda untuk menghadapi pemuncak klasemen, Borneo FC, di Stadion Segiri.[*]
Editor : Hari Puspita