RADAR BALI – Pemuncak klasemen sementara BRI Super League 2025/2026, Borneo FC Samarinda, akan menjamu tamunya Bali United FC dalam laga lanjutan pekan ke-14.
Pertandingan ini akan digelar pada Minggu, 30 November 2025, dengan kickoff pukul 16.30 WITA di markas Pesut Etam, Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur.
Laga ini hadir di tengah kontrasnya performa kedua tim, di mana Bali United harus menghadapi tantangan Mission Impossible dengan lini depan yang sedang tumpul, sementara sang lawan berada dalam performa puncak sepanjang sejarah kompetisi.
Pertandingan ini akan menjadi ujian besar bagi Pesut Etam untuk menjaga rekor impresif mereka.
Hingga pekan ke-13, klub kebanggaan kota Samarinda itu masih tampil sempurna dengan catatan 11 kemenangan beruntun, tanpa sekalipun tersentuh hasil imbang maupun kekalahan.
Apalagi di laga terakhir, Tim asuhan Fabio Lefundes ini sukses menundukkan Madura United FC dengan skor tipis 1-0 di kandang sendiri.
Kemenangan 11 beruntun ini telah menorehkan rekor baru dalam sejarah kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia.
Pencapaian Diego Michiels dkk pada musim ini melampaui Persik Kediri dan PSM Makassar (9 kemenangan beruntun di musim 2022/23), dan Bali United (8 kemenangan beruntun di musim 2019).
Performa impresif Borneo FC semakin moncer dengan catatan statistik yang luar biasa.
Hingga pekan ini, Pesut Etam telah berhasil menjebol gawang lawan sebanyak 24 kali, sementara pertahanan mereka tampil kokoh dan hanya kebobolan empat kali saja.
Di lini serang, Mariano Peralta menjadi pemain paling subur dengan koleksi sembilan gol.
Raihan gol tersebut menempatkannya di posisi ketiga daftar pencetak gol terbanyak BRI Super League musim ini.
Tak hanya mencetak gol, Peralta juga membukukan catatan assist sebanyak empat kali.
Catatan itu hanya kalah dari Juan Felipe Villa yang memimpin dengan tujuh assist.
Kombinasi keduanya menjadi mesin produktivitas utama bagi tim asuhan Fabio Lefundes.
Pelatih Fabio Lefundes mengapresiasi kerja keras tim pelatih dan berharap dukungan penuh Pusamania.
“Apa bedanya kita main di sini? Bedanya kita main lawan 11 orang, sementara kita 12. Kami sangat apresiasi suporter karena mereka selalu hadir. Dukungan suporter menjadi faktor penting kemenangan,” ujar pelatih asal Brasil tersebut.
Bali United Didera Krisis Serius dan Absennya Pilar Penting
Situasi yang dihadapi Bali United sangat bertolak belakang. Pasukan Serdadu Tridatu saat ini sedang berada dalam tren negatif dengan empat laga terakhir belum meraih kemenangan.
Hasil imbang 0-0 kontra Persis Solo di pekan ke-13 menjadi cerminan kesulitan yang dialami.
Meskipun berhasil mendominasi permainan dan menciptakan banyak peluang, lini serang Bali United seakan sulit melesatkan gol.
Pertahanan rapat lawan dan penyelesaian akhir yang kurang maksimal menjadi faktor utama hasil tersebut.
Pelatih Kepala Bali United, Johnny Jansen, menyadari sepenuhnya situasi ini. “Kami memiliki peluang dan memang harus menyelesaikannya. Kami tahu suporter pasti marah dan kecewa, tetapi yang perlu dilihat juga perjuangan para pemain yang bermain sepak bola dengan baik," katanya.
"Mereka banyak menciptakan peluang, tetapi sekali lagi, kami harus mencetak gol ke gawang lawan,” tegas Coach Johnny.
Ujian berat yang dihadapi Bali United semakin diperparah oleh krisis di internal tim, terutama akibat absennya dua pilar asing penting yang memiliki kontribusi signifikan terhadap serangan.
Mirza Mustafic, gelandang serang sekaligus playmaker tim, dipastikan absen karena sanksi disiplin setelah menerima kartu merah.
Absennya Mustafic sangat terasa, mengingat ia adalah salah satu sumber gol utama dari lini tengah dengan koleksi tiga gol sejauh ini.
Selain itu, Tim Receveur juga tidak bisa diturunkan karena persoalan kebugaran setelah absen akibat akumulasi kartu dalam laga melawan Persis Solo.
Meskipun Tim berposisi sebagai gelandang bertahan atau jangkar, perannya sebagai kunci keseimbangan tim sangat vital. Ketidakhadirannya memengaruhi suplai bola ke depan dan memaksa pemain lain turun terlalu dalam. Hal tersebut secara otomatis mengurangi daya gedor dan efektivitas serangan Serdadu Tridatu.
Coach Johnny Jansen mengakui permasalahan utama timnya. “Saya senang karena pemain berhasil menciptakan peluang dari rencana yang kita buat, dan memang kendalanya adalah soal mencetak gol. Masalah saat ini adalah kita harus mencetak gol dan meraih hasil positif di laga berikutnya,” jelas pelatih asal Belanda ini.
Harapan untuk meraih hasil maksimal di markas Borneo FC memang sulit, mengingat Bali United selama ini sangat sulit mencuri poin dari Stadion Segiri.
Namun, semangat juang memotivasi Ricky Fajrin dkk untuk membuktikan bahwa mereka mampu mengatasi krisis dan mencuri hasil positif.***
Editor : Ibnu Yunianto