RADAR BALI - Tiga talenta muda Bali United diproyeksikan menjadi pilar utama Tim Nasional Indonesia U-23 untuk menghadapi SEA Games mendatang di Thailand.
PSSI memanggil striker Bali United Jens Raven dan Rahmat Arjuna serta bek Kadek Arel untuk mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas U-23 yang diproyeksikan untuk ikut serta dalam SEA Games 2025 di Thailand.
Menariknya, ketiga pemain tersebut minim menit bermain di level klub karena kalah bersaing dengan para pemain yang memiliki jam terbang lebih tinggi.
Ketiga pemain ini seringkali harus puas memulai pertandingan Super League 2025/2026 dari bangku cadangan.
Pelatih Bali United sempat menjelaskan bahwa keputusan untuk membangkucadangkan para pemain timnas tersebut dikarenakan mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama Timnas U-23.
Jens Raven: Spesialis Bangku Cadangan
Di antara ketiganya, Jens Raven menjadi pemain yang paling sering berada di bangku cadangan. Ia lebih banyak diandalkan sebagai pemain pengganti untuk menambah daya gedor di babak kedua.
Penampilan terakhirnya adalah saat Bali United bermain imbang 3-3 melawan Malut United di pekan kedua Super League 2025/2026, pada Jumat, 15 Agustus 2025.
Walaupun minim menit starter, Raven membuktikan efektivitasnya dengan menyumbangkan satu assist dalam laga tersebut.
Kemampuan impact instan yang dimilikinya menjadi aset berharga yang dibutuhkan Timnas U-23, terutama dalam situasi krusial di ajang sekelas SEA Games.
Keterbatasan menit bermain di klub, yang sebagian besar disebabkan oleh tugas negara, kini justru berbalik menjadi sebuah keuntungan.
Rahmat Arjuna: Spesialis Supersub
Situasi serupa dialami oleh Rahmat Arjuna. Posisinya sebagai penyerang sayap kanan serupa dengan eks striker ADO Den Haag Thijmen Goppel, striker timnas Irfan Jaya, dan penyerang asal Kamerun Privat Mbarga. Karena kalah pengalaman, sejak awal musim, Juna lebih sering memulai laga dari bangku cadangan.
Namun, winger asal Bulukumba ini telah mengumpulkan antara 9 hingga 10 penampilan di Super League 2025/2026. Perannya sebagai supersub mulai meningkat signifikan jelang akhir tahun.
Hal ini terlihat dari menit bermainnya yang menembus angka tinggi, seperti 78 menit melawan Bhayangkara FC dan 89 menit melawan Persib Bandung pada awal November 2025.
Terakhir, Rahmat Arjuna terlibat aktif, bahkan memberikan statement kepada media, setelah pertandingan melawan Persis Solo pada Minggu, 23 November 2025. Dengan kontribusi yang kian terasa, ia diharapkan menjadi salah satu opsi penyerangan utama di lini depan Timnas.
Kadek Arel: Dikelilingi Bek Veteran dan Asing
Kadek Arel boleh jadi satu-satunya pengecualian. Meski berusia muda dan dikelilingi pemain-pemain asing yang berkiprah di liga Eropa, Kadek Arel sering mendapatkan tempat di daftar susunan pemain.
Hingga pekan-pekan terakhir Super League, Arel tercatat telah tampil dalam 10 pertandingan dengan total 555 menit bermain. Perannya cukup seimbang antara pemain inti dan pelapis, di mana ia telah bermain sebagai starter sebanyak 5 kali dan sisanya sebagai pemain pengganti.
Penampilan terakhir Kadek Arel terjadi dalam pertandingan imbang 0-0 melawan Persis Solo pada Minggu, 23 November 2025. Statusnya yang sering dipanggil Timnas U-23 menunjukkan kepercayaan besar dari staf pelatih Garuda Muda terhadap bek muda ini.
Ketiga pemain ini telah terbiasa dengan atmosfer Timnas dan memiliki pemahaman taktis yang baik dalam skema Garuda Muda.
Diperkuat tiga talenta dari Bali United, Timnas Indonesia U-23 diyakini akan memiliki fondasi yang kuat dan solid saat bertarung memperebutkan medali emas di SEA Games Thailand.***
Editor : Ibnu Yunianto