RADAR BALI - Pertandingan tunda pekan ke-8 BRI Super League 2025/26 yang berlangsung pada Senin (29/12) sore menjadi momen krusial bagi tim-tim penghuni papan atas.
Sayangnya, Bali United FC gagal memanfaatkan peluang untuk memperbaiki posisi di klasemen setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Dewa United Banten FC. Di saat yang sama, hasil minor juga diraih PSIM Yogyakarta yang ditahan imbang PSBS Biak.
Berlaga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali United sebenarnya menguasai jalannya pertandingan sejak sepak mula.
Motor serangan yang digerakkan oleh Boris Kopitovic, Jordy Bruijn, Thijmen Goppel, hingga Kadek Agung berkali-kali merepotkan pertahanan lawan.
Namun, penyelesaian akhir yang buruk membuat babak pertama berakhir kacamata.
Memasuki babak kedua, Dewa United Banten FC melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Stefano Lilipaly dan Egy Maulana Vikri.
Kehadiran dua pilar Timnas Indonesia ini berbalik menekan lini pertahanan Serdadu Tridatu.
Total 14 tembakan dengan 6 di antaranya tepat sasaran sempat mengancam gawang Sonny Stevens, namun hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 0-0.
Pelatih Bali United, Johnny Jansen, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya.
"Saya sangat kecewa melihat hasil imbang di rumah karena tim ini mampu menciptakan banyak peluang namun tidak berbuah gol," ujarnya.
Meski demikian, Jansen mencatat adanya peningkatan dalam penguasaan bola dan chemistry antarpemain.
Menyongsong putaran kedua, Bali United dipastikan akan menambah kekuatan dengan hadirnya pemain asal Jepang, Teppei Yachida.
Bali United saat ini tertahan di peringkat 8 klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan 21 poin.
PSIM Yogyakarta Perpanjang Tren Negatif
Di pertandingan lain yang berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, PSIM Yogyakarta kembali gagal kembali ke jalur kemenangan. Laskar Mataram harus puas berbagi angka 2-2 saat menjamu PSBS Biak.
Pertandingan berlangsung dramatis bagi tuan rumah. PSBS Biak sempat unggul dua gol lebih dulu melalui Eduardo Barbosa (13') dan Ruyery Blanco (40').
PSIM baru bisa merespons di pengujung babak pertama melalui penalti Ze Valente (45+1') dan gol cepat Ezequiel Vidal di awal babak kedua (48').
Perjuangan PSIM semakin berat setelah bek Raka Cahyana Rizky diusir wasit pada menit ke-87 akibat kartu kuning kedua. Hasil ini memperpanjang catatan tiga pertandingan beruntun tanpa kemenangan bagi anak asuh Jean-Paul van Gastel.
Kegagalan Bali United untuk menang dan hasil seri yang diraih PSIM Yogyakarta memberikan keuntungan bagi tim lain, terutama Persita Tangerang. Saat ini, PSIM masih bertahan di papan atas dengan koleksi 24 poin. Namun, posisi mereka di lima besar berada dalam ancaman serius.
Persita Tangerang berpotensi menyodok ke urutan kelima klasemen jika mampu mengalahkan Arema FC di Stadion Kanjuruhan pada Selasa (30/12) sore.
Tambahan tiga poin akan membuat Pendekar Cisadane mengantongi 25 poin, yang secara otomatis menggeser posisi Laskar Mataram ke peringkat keenam dan menjauhkan jarak dari Bali United.
Fakta Menarik Laga Tunda Pekan ke-8:
Bali United: Mencatatkan clean sheet namun gagal mencetak gol di kandang sendiri.
PSIM Yogyakarta: Belum pernah menang dalam tiga laga terakhir (Kalah vs Persija, Seri vs Persijap, Seri vs PSBS).
Persita Tangerang: Berpeluang naik ke posisi 5 besar klasemen jika menang di laga melawan Arema Malang.
Editor : Ibnu Yunianto