GIANYAR, Radar Bali.id –Nahas menghampiri Bali United FC di penghujung tahun. Gelandang jangkar asal Australia, Brandon Wilson, dipastikan harus menepi dari lapangan hijau untuk waktu yang cukup lama akibat cedera serius yang dialaminya saat menjamu Dewa United Banten FC, Senin (29/12/2025) lalu.
Dalam laga yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta tersebut, Brandon sebenarnya turun sebagai starter. Namun, tiba-tiba, di luar dugaan, petaka datang di menit ke-36 ini.
Pemilik nomor punggung 6 ini tampak meringis kesakitan dan tidak bisa melanjutkan pertandingan, sehingga terpaksa ditarik keluar lebih awal untuk digantikan oleh Mirza Mustafic.
Masalah Serius di Bagian Paha
Dokter tim Bali United, dr. Ganda Putra Taufik, mengonfirmasi bahwa pemain bertubuh kekar tersebut mengalami gangguan pada otot paha yang cukup signifikan.
"Brandon kemungkinan mengalami masalah di bagian adductor atau groin. Saat ini masih terdapat radang dan kami akan melakukan pemeriksaan MRI dalam beberapa hari ke depan untuk memastikan tingkat keparahannya," ungkap dr. Ganda.
Kondisi ini membuat Brandon kesulitan untuk berjalan maupun berlari secara normal. Mantan pemain Ha Noi FC tersebut diprediksi tidak akan memperkuat lini tengah Serdadu Tridatu dalam waktu dekat.
Bisa Absen Sampai Bulanan
Kehilangan Brandon tentu menjadi pukulan telak bagi skema pelatih. Berdasarkan diagnosa awal, proses pemulihan sang gelandang diperkirakan memakan waktu lebih dari satu bulan.
"Estimasi untuk bisa kembali ke lapangan sekitar 4 hingga 6 minggu ke depan," tambah dokter asal Palembang tersebut.
Daftar Pasien Serdadu Tridatu Bertambah
Cederanya Brandon Wilson semakin memperpanjang daftar pemain Bali United yang harus masuk ruang perawatan. Sebelumnya, nama-nama pilar seperti Irfan Jaya dan Reyner Barusu juga masih berjuang dalam tahap pemulihan.
Kehilangan Brandon menjadi tantangan berat bagi Bali United untuk menjaga kedalaman skuad di tengah ketatnya persaingan musim kompetisi tahun ini.
Kini, pendukung setia Serdadu Tridatu hanya bisa berharap proses pemulihan para pemain pilar tersebut berjalan lebih cepat dari perkiraan.[*]
Editor : Hari Puspita