Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bali United Move On dari Persik, Fokus Laga Kandang vs Persebaya dan Persija

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 2 Februari 2026 | 08:54 WIB
Striker Bali United Boris Kopitovic mengajak timnya move on dari kekalahan di Kediri dan mengalihkan fokus ke laga vs Persebaya dan Persija.
Striker Bali United Boris Kopitovic mengajak timnya move on dari kekalahan di Kediri dan mengalihkan fokus ke laga vs Persebaya dan Persija.

RADAR BALI – Bali United FC harus puas menerima hasil minus saat melakoni lawatan ke markas Persik Kediri pada Jumat (30/1) sore di Stadion Brawijaya.

Laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/26 tersebut berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan tuan rumah, sebuah hasil yang memaksa Serdadu Tridatu segera berbenah.

Pasukan Serdadu Tridatu sebenarnya memulai laga dengan meyakinkan.

Penyerang asing Bali United FC Boris Kopitovic sukses mencetak gol pembuka pada menit ke-23 setelah bola sepakannya memantul ke badan M. Firly dan bersarang di gawang lawan.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah rentetan kesalahan di lini pertahanan mulai terjadi.

Petaka dimulai pada menit ke-29 saat bek muda Kadek Arel melakukan kesalahan back pass yang mampu direbut oleh Jose Rodriguez untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Tak lama berselang, gawang Mike Hauptmeijer kembali bobol melalui proses yang kontroversial.

Sorotan Law of the Game dan Keputusan Wasit

Gol kedua Persik tercipta setelah Mike Hauptmeijer melakukan dua gerakan menyentuh bola hasil tendangan gawang.

Bola kemudian direbut oleh Jon Toral yang diteruskan kepada Jose Rodriguez menjadi gol.

Wasit tengah Irul Hidayat tetap mengesahkan gol tersebut setelah berkomunikasi dengan wasit VAR Mustafa Kamal tanpa melakukan on-field review.

Padahal, jika mengacu pada Law of the Game Pasal 16 perihal tendangan gawang, disebutkan bahwa jika setelah bola ditendang kemudian penendang menyentuh bola lagi sebelum menyentuh pemain lain, maka seharusnya diberikan tendangan bebas tidak langsung (IDFK) untuk tim penyerang, bukan pengesahan gol secara langsung.

Situasi tersebut sempat meruntuhkan konsentrasi Ricky Fajrin dan kawan-kawan. Akibatnya, mental yang terganggu menyebabkan gol ketiga bagi tuan rumah tercipta di penghujung babak pertama, menutup paruh laga dengan skor 3-1.

Tanggung Jawab Pelatih Johnny Jansen

Pasca jeda, Bali United mencoba bangkit dan tampil lebih menekan. Hasilnya terlihat pada menit ke-69 melalui sundulan Joao Ferrari yang memanfaatkan set piece tendangan bebas. Meski terus menekan, skor 3-2 tetap bertahan hingga akhir laga.

Menanggapi kontroversi wasit, Pelatih Bali United Johnny Jansen menunjukkan sikap berkelas dengan tidak mengkritik pengadil lapangan. Mantan pelatih PEC Zwolle tersebut menegaskan bahwa dirinya yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi di lapangan.

"Itu bukan pertanyaan yang baik dan saya tidak suka pertanyaan itu ditujukan kepada saya. Mereka (wasit) melakukan tugasnya, walau saya belum melihat kembali tayangan itu. Gol pertama hingga gol ketiga mereka itu semua adalah masalah di timku bukan masalah di wasit," tegas Coach Johnny.

Boris Kopitovic: Fokus Dua Laga Kandang Berat

Senada dengan sang pelatih, Boris Kopitovic mengajak rekan-rekannya untuk segera mengalihkan fokus ke depan. Ia menekankan pentingnya melupakan hasil pahit di Kediri demi menghadapi jadwal padat di bulan Februari.

"Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik ketika tertinggal di babak pertama. Kami menekan di babak kedua hanya saja kami mampu mencetak satu gol tambahan. Kami lupakan hasil kekalahan ini dan fokus untuk pertandingan berikutnya," ungkap Kopitovic.

Dua laga kandang berat kini sudah menanti di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Bali United dijadwalkan menjamu Persebaya Surabaya pada 7 Februari, disusul laga melawan Persija Jakarta pada 15 Februari mendatang.

Dukungan penuh suporter diharapkan mampu menjadi modal Serdadu Tridatu untuk kembali ke jalur kemenangan.***

Editor : Ibnu Yunianto
#hasil liga 1 #var #persik kediri #jadwal liga 1 #Johnny Jansen #Mike Hauptmeijer #Boris Kopitovic #law of the game #klasemen liga 1 #jose rodriguez #persija #Jon Toral #Super League #bali united #mustafa kamal #gol kontroversial #Persebaya #Joao Ferrari