GIANYAR, Radar Bali.id – Gelombang protes mulai menghantam Bali United. Rentetan hasil minor di BRI Super League 2025/26 membuat suporter fanatik mereka, Semeton Bulldog, gerah dan melayangkan tuntutan keras kepada manajemen serta tim pelatih.
Pentolan Semeton Bulldog, Ketut Subudi, menegaskan bahwa kondisi "Serdadu Tridatu" saat ini sudah masuk dalam fase alarm bahaya. "Tuntutannya cuma satu: pemain dan pelatih harus berbenah. Kalau masih melempem, siap-siap saja degradasi ke Liga 2," tegasnya pada Rabu (4/3/2026).
Kekecewaan ini memuncak setelah Bali United ditahan imbang tanpa gol oleh Persijap Jepara di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (28/2/2026). Hasil ini memperpanjang catatan kelam: enam laga kandang beruntun tanpa kemenangan—sebuah rekor terburuk dalam sejarah klub di kasta tertinggi.
Saat ini, skuad asuhan Johnny Jansen tertahan di peringkat ke-11 klasemen dengan 30 poin. Ketut Subudi mendesak manajemen segera mengevaluasi posisi pelatih kepala.
"Enam laga kandang tanpa kemenangan itu memalukan untuk tim sebesar Bali United. Manajemen harus memilih: evaluasi total atau bertahan dengan risiko terjerembap ke zona merah," tutupnya.[*]
Editor : Hari Puspita