Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Krisis Kemenangan di Dipta, Semeton Bulldog Ultimatum Bali United: Evaluasi atau Degradasi!

Andre Sulla • Kamis, 5 Maret 2026 | 06:22 WIB

Ilustrasi supporter Bali United di StadionKapten I Wayan Dipta, Gianyar, beberapa waktu lalu yang sepi karena kesal dan memboikot. (miftahuddin/radar bali)
Ilustrasi supporter Bali United di StadionKapten I Wayan Dipta, Gianyar, beberapa waktu lalu yang sepi karena kesal dan memboikot. (miftahuddin/radar bali)

GIANYAR, Radar Bali.id – Gelombang protes mulai menghantam Bali United. Rentetan hasil minor di BRI Super League 2025/26 membuat suporter fanatik mereka, Semeton Bulldog, gerah dan melayangkan tuntutan keras kepada manajemen serta tim pelatih.

Pentolan Semeton Bulldog, Ketut Subudi, menegaskan bahwa kondisi "Serdadu Tridatu" saat ini sudah masuk dalam fase alarm bahaya. "Tuntutannya cuma satu: pemain dan pelatih harus berbenah. Kalau masih melempem, siap-siap saja degradasi ke Liga 2," tegasnya pada Rabu (4/3/2026).

Kekecewaan ini memuncak setelah Bali United ditahan imbang tanpa gol oleh Persijap Jepara di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (28/2/2026). Hasil ini memperpanjang catatan kelam: enam laga kandang beruntun tanpa kemenangan—sebuah rekor terburuk dalam sejarah klub di kasta tertinggi.

Saat ini, skuad asuhan Johnny Jansen tertahan di peringkat ke-11 klasemen dengan 30 poin. Ketut Subudi mendesak manajemen segera mengevaluasi posisi pelatih kepala.

"Enam laga kandang tanpa kemenangan itu memalukan untuk tim sebesar Bali United. Manajemen harus memilih: evaluasi total atau bertahan dengan risiko terjerembap ke zona merah," tutupnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#Johnny Jansen #suporter #evaluasi total #bali united