RADAR BALI - Bali United harus menerima kenyataan pahit jelang laga krusial melawan PSBS Biak dalam lanjutan pekan ke-26 BRI Liga 1 2025/2026.
Skuad Serdadu Tridatu dipastikan tampil tanpa dukungan suporter setia mereka di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Senin (6/4) mendatang.
Hukuman ini merupakan buntut dari kericuhan yang terjadi saat laga kandang melawan Persija Jakarta pada pertengahan Februari lalu.
Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi berupa dua laga kandang tanpa penonton serta denda total mencapai Rp 380 juta.
Sanksi besar tersebut tertuang dalam empat surat keputusan dari Komdis PSSI terkait insiden di laga kontra Persebaya dan Persija.
Rincian denda tersebut meliputi Rp 60 juta akibat penyalaan flare saat melawan Persebaya, serta denda fantastis Rp 320 juta akibat kerusuhan saat menjamu Persija.
Dalam laga kontra Macan Kemayoran, suporter terbukti menyalakan 15 flare, kembang api, petasan, hingga melakukan pelemparan botol dan kursi ke dalam lapangan yang mengenai petugas Panpel.
Angin Segar: Kembalinya Jordy Bruijn
Di tengah sanksi yang membayangi, Pelatih Bali United Johnny Jansen mendapatkan kabar baik dari ruang perawatan. Gelandang serang asal Belanda Jordy Bruijn berpeluang besar kembali merumput setelah absen dalam empat pertandingan terakhir akibat cedera lutut.
Dokter tim Bali United, dokter Ganda, menyatakan bahwa pemain bernomor punggung 8 tersebut sedang menjalani fase akhir rehabilitasi.
"Jika tidak ada kendala, pekan depan seharusnya dia akan sudah latihan penuh dengan tim," ungkapnya.
Kehadiran Bruijn sangat dibutuhkan mengingat torehan minor Bali United dalam tujuh laga terakhir yang hanya mengemas satu kemenangan. Bahkan, Bali United digelontor 3 gol tanpa balas saat menantang tim papan bawah Persis Solo pada 13 Maret lalu.
Misi Bangkit di Papan Tengah
Laga melawan PSBS Biak menjadi momentum penting bagi Ricky Fajrin dkk untuk memperbaiki posisi di klasemen. Berdasarkan pemutakhiran data hingga 5 April 2026, Bali United saat ini masih tertahan di peringkat ke-10 dengan koleksi 33 poin dari 25 pertandingan yang telah dijalani.
Posisi Serdadu Tridatu tepat berada di bawah Dewa United yang nangkring di urutan ke-9 dengan raihan 37 poin dari 26 laga. Meski secara matematis kemenangan atas PSBS Biak belum mampu menggeser posisi Dewa United karena selisih empat poin, tambahan tiga angka sangat krusial bagi Bali United untuk memangkas jarak menjadi hanya satu poin sekaligus menjauh dari kejaran tim-tim di bawahnya.
Di sisi lain, kondisi kontras dialami oleh sang calon lawan. PSBS Biak masih terpuruk di dasar klasemen, menempati posisi ke-18 dengan hanya mengantongi 18 poin dari 25 laga.
Bagi tim tamu, mencuri poin di Stadion Dipta adalah harga mati demi menjaga harapan keluar dari zona degradasi, meski mereka harus menghadapi motivasi tinggi tuan rumah yang sedang mengusung misi bangkit.***
Editor : Ibnu Yunianto