RADAR BALI - Bali United harus menerima kenyataan pahit saat bertandang ke markas Madura United dalam laga pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026 pada Selasa (5/5/2026).
Bertanding di Stadion Gelora Bangkalan, tim berjuluk Serdadu Tridatu tersebut tumbang dengan skor 2-0 tanpa balas.
Tuan rumah langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit-menit awal. Pertandingan baru berjalan enam menit ketika Iran Junior sukses membobol gawang yang dijaga oleh kiper Mike Hauptmeijer melalui skema umpan satu-dua yang terorganisasi dengan rapi.
Skor 1-0 untuk keunggulan Laskar Sapeh Kerrab bertahan hingga turun minum di depan 749 penonton yang memadati stadion.
Evaluasi Kekalahan Bali United
Kekalahan di Gelora Bangkalan menyisakan sejumlah catatan evaluasi penting. Berikut adalah faktor-faktor kunci yang memengaruhi hasil minor Serdadu Tridatu:
Gol cepat Iran Junior pada menit keenam merusak ritme permainan sejak awal dan membuat tim tamu harus bermain lebih terbuka untuk mengejar ketertinggalan.
Pelatih Bali United Johnny Jansen mengungkapkan bahwa timnya tampil tidak dengan kekuatan penuh akibat beberapa pemain harus absen karena sanksi dan cedera, sehingga membatasi pilihan strategi serta kedalaman skuad di lapangan.
Diego Campos, Jordy Bruijn, Mirza Mustafic, dan Brandon Wilson absen karena cedera. Sedangkan kapten tim Ricky Fajrin tidak turun ke lapangan karena akumulasi kartu kuning.
Bali United sebenarnya memiliki beberapa peluang matang, termasuk dari Kadek Agung dan Thijmen Goppel.
Namun, peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol akibat solidnya pertahanan lawan serta kurangnya ketajaman di lini depan.
Madura United tampil dengan motivasi tinggi untuk keluar dari zona degradasi. Hal ini membuat mereka bermain lebih agresif dan memenangkan duel-duel kunci di lini tengah maupun pertahanan.
Meskipun kiper Mike Hauptmeijer berhasil menggagalkan tendangan penalti Junior Brandao di babak kedua, Bali United gagal memanfaatkan momentum tersebut untuk menyamakan kedudukan, dan justru kembali kebobolan melalui penalti di menit ke-76.
Jalannya Babak Kedua
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin memanas. Madura United nyaris memperlebar jarak pada menit 56 setelah mendapatkan hadiah penalti.
Namun, Mike Hauptmeijer yang memegang rekor penyelamatan terbanyak musim ini menunjukkan kualitasnya dengan menepis tendangan Brandao Junior. Skor tipis 1-0 pun tetap bertahan.
Selepas momen tersebut, Bali United berupaya keras menekan pertahanan lawan untuk mencari gol penyeimbang.
Sayangnya, rapatnya barisan pertahanan dan performa gemilang kiper Diky Indriyana di bawah mistar gawang Madura United sukses mematahkan berbagai peluang emas tim tamu.
Petaka bagi Bali United hadir pada menit 77. Wasit menunjuk titik putih setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR) yang menyatakan Irfan Jaya melakukan handsball di kotak terlarang.
Junior Brandao yang kembali maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan sukses mencetak gol kedua bagi tuan rumah. Skor 2-0 tidak berubah hingga wasit meniup peluit panjang.
"Saya sangat kecewa dengan hasil akhir ini, apalagi kami baru saja meraih hasil positif di pertandingan sebelumnya. Secara teknis, anak-anak bermain cukup bagus dan mampu menerapkan strategi dengan baik, tetapi penyakit lama kami kembali kambuh," ungkap Johnny Jansen.
"Mentalitas pemain sempat menurun pada momen-momen krusial, yang membuat kami kurang maksimal dan gagal memanfaatkan peluang untuk mengejar ketertinggalan," tambahnya.
Sementara itu, Pelatih Karteker Madura United Rakhmat Basuki mengapresiasi kerja keras timnya dalam menerapkan taktik dan menahan gempuran dari lawan sepanjang 90 menit.
Dengan hasil minor ini, Bali United masih tertahan di peringkat ke-8 klasemen sementara dengan perolehan 45 poin, hasil dari 12 kemenangan, 9 kali imbang, dan 10 kali menelan kekalahan.
Selanjutnya, Serdadu Tridatu akan bersiap melakoni laga kandang menjamu Borneo FC Samarinda di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.***
Editor : Ibnu Yunianto