Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pernah Kalah di Kandang, Borneo FC Waspadai Motivasi Bali United

Dhian Harnia Patrawati • Sabtu, 9 Mei 2026 | 11:52 WIB
Pelatih Bali United Johnny Jansen memantau latihan anak buahnya menjelang bertemu Borneo FC pada Senin (11/5)
Pelatih Bali United Johnny Jansen memantau latihan anak buahnya menjelang bertemu Borneo FC pada Senin (11/5)

 

RADAR BALI - Persaingan papan atas BRI Super League 2025/2026 kian memanas memasuki pekan ke-32.

Borneo FC Samarinda dijadwalkan melakoni laga tandang krusial melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Senin (11/5) mendatang. 

Menjelang keberangkatan ke Pulau Dewata, manajemen Pesut Etam memastikan kondisi internal tim sangat kondusif.

Skuat asuhan Fabio Lefundes telah kembali mematangkan persiapan sejak Rabu (6/5) setelah sempat diliburkan satu hari. 

Rombongan tim direncanakan bertolak menuju Bali hari ini (9/4) dengan kepercayaan diri tinggi.

"Persiapan kami cukup baik dan keadaan tim sangat kondusif. Kami memohon doa dan dukungan agar mimpi besar tim musim ini bisa terwujud," ujar Manajer Borneo FC Dandri Dauri.

Meski datang dengan modal mentereng, tidak terkalahkan dalam 10 laga terakhir, Borneo FC tetap menaruh kewaspadaan tinggi.

Memori kekalahan 0-1 saat menjamu Serdadu Tridatu di putaran pertama menjadi bahan evaluasi utama.

Dandri menegaskan, kegagalan di kandang sendiri justru menjadi bahan bakar tambahan bagi para pemain untuk membalas hasil tersebut di markas lawan.

"Kami tahu pernah kalah di kandang, maka kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk membalasnya di Dipta. Motivasi itu selalu ada karena bagi kami, setiap pertandingan adalah final," tegasnya.

Di sisi lain, Bali United mengusung misi bangkit setelah ditundukkan Madura United 0-2 pada pekan sebelumnya.

Pelatih Bali United Johnny Jansen menegaskan bahwa anak asuhnya tidak ingin sekadar menjadi penonton dalam persaingan juara.

Berada di posisi kedelapan dengan 45 poin, Serdadu Tridatu mengincar kemenangan demi menembus posisi lima besar di akhir musim.

"Fokus kami sepenuhnya pada kemenangan. Target kami tetap mengakhiri kompetisi di posisi lima besar, meski situasi saat ini cukup menantang," kata Pelatih Johnny Jansen seperti dikutip laman resmi klub.

Laga ini juga memiliki arti penting bagi bursa juara. Borneo FC saat ini mengoleksi 72 poin, setara dengan pemuncak klasemen sementara, Persib Bandung.

Jika Bali United berhasil menjegal Pesut Etam, hal ini akan menjadi keuntungan besar bagi Persib Bandung dalam perburuan takhta.

Sebaliknya, kemenangan bagi Borneo FC akan menjaga peluang mereka menggeser Maung Bandung yang di pekan yang sama harus melakoni laga klasik melawan Persija Jakarta.

Secara statistik, Borneo FC memang unggul dengan sembilan kemenangan dari 21 pertemuan.

Namun, Bali United terbukti menjadi batu sandungan serius setelah menyapu bersih dua pertemuan terakhir dengan kemenangan. 

Duel di Gianyar dipastikan akan berjalan sengit mengingat kedua tim sama-sama membutuhkan poin penuh untuk misi yang berbeda.***

Editor : Ibnu Yunianto
#persib bandung #borneo fc #BRI Super League #Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar #bali united