RADAR BALI - Kapten Bali United FC Ricky Fajrin mengingatkan para pemain muda yang tengah memasuki dunia profesional untuk tidak terlena pada status yang dipegang saat ini.
Sebagai pemain muda, mereka harus selalu mengedepankan profesionalitas dalam bekerja di lapangan dan jangan terpengaruh pada situasi yang membahayakan perjalanan karier.
Hal positif ini telah diterapkan oleh Ricky Fajrin sejak bermain bersama Timnas Indonesia U-19 tahun 2013 lalu.
Kedisiplinan tersebut membuatnya tetap eksis di sektor kiri pertahanan Serdadu Tridatu hingga saat ini.
“Jangan berpikir bahwa hebat ketika sudah berada di dunia sepak bola profesional, melainkan harus terus berusaha keras dalam latihan dan menjaga istirahat," katanya.
"Latihan dan istirahat itu sangat penting, selain menjaga pola makan agar tetap bisa konsisten di lapangan,” ungkapnya.
Selain menjaga latihan, istirahat, dan pola makan, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah menghindari dehidrasi. Dengan jadwal latihan padat di bawah terik matahari, kecukupan cairan menjadi kunci.
“Makanan itu juga penting dari protein, karbo, serat dan juga air mineral itu wajib menjaga kondisi tubuh pemain,” terang Ricky Fajrin.
Loyalitas dan Konsistensi
Nama Ricky Fajrin Saputra telah menjadi sinonim dengan loyalitas di sepak bola Indonesia.
Sejak bergabung dengan Bali United pada tahun 2015, pemain kelahiran Semarang ini bertransformasi menjadi pemimpin sejati.
Memasuki musim Super League 2025/2026, ia tetap menjadi pilihan utama dengan mencatatkan lebih dari 250 penampilan bagi Bali United.
Meski posisi aslinya bek kiri, ia kerap dipercaya sebagai bek tengah atau gelandang bertahan.
Ricky Fajrin menjadi aktor kunci saat Bali United meraih gelar juara liga beruntun pada 2019 dan 2021/2022.
Sebagai kapten tim, legenda hidup lini pertahanan Bali United ini juga menjadi jembatan antara instruksi Coach Johnny Jansen dan pemain di lapangan.
Jejak di Tim Nasional
Karier internasional Ricky dimulai dari era keemasan Timnas Indonesia U-19 asuhan Indra Sjafri.
Ia kemudian menjadi andalan di Timnas U-23 pada ajang SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Di level senior, Ricky memulai debutnya pada 2017 di bawah asuhan Luis Milla dan telah mencatatkan belasan caps penting.
Meskipun persaingan di posisi bek kiri kini semakin ketat, dedikasi dan pengalamannya tetap diakui sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.
Statistik dan Pencapaian Utama (Hingga Mei 2026):
Penampilan Klub: 250+ Pertandingan
Gol/Assist: 6 Gol / 21 Assist
Prestasi Klub: Juara Liga 1 (2019, 2021/2022)
Caps Timnas: 13 Penampilan Senior, 13 Penampilan U-23***
Editor : Ibnu Yunianto