GIANYAR, Radar Bali.id – Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi saksi bisu keperkasaan Bali United dalam menutup laga kandang terakhir musim ini.
Menjamu Bhayangkara FC pada pekan ke-33 Super League, Minggu (17/5/2026), skuad asuhan Serdadu Tridatu sukses berpesta gol dengan skor telak 4-1.
Baca Juga: Bali United vs Bhayangkara FC: Boris Kopitovic Waspadai Dua Senjata Rahasia Paul Munster
Kemenangan ini tak hanya menjadi kado manis bagi suporter setia, tetapi juga membuat Bali United kini mengoleksi 48 poin sekaligus menjaga asa untuk finis di posisi elit klasemen.
Baca Juga: Bali United Waspadai Set Piece Bhayangkara FC, Johnny Jansen Trauma Kartu Merah
Gempuran Awal "The Guardian"
Meski bertindak sebagai tamu, Bhayangkara FC sejatinya sempat mengejutkan publik Dipta di awal laga. Mengandalkan poros serangan melalui Moussa Sidibe dan Privat Mbarga, tim berjuluk The Guardian ini berulangkali merepotkan barisan pertahanan tuan rumah.
Pada menit keempat, Privat Mbarga nyaris membungkam mantan pendukungnya saat merangsek ke kotak penalti, namun operannya gagal dikonversi menjadi gol oleh Sidibe.
Tekanan terus berlanjut di menit keenam melalui eksekusi bola mati Sidibe yang memaksa kiper Bali United, Mike Hauptmeijer, bekerja keras jatuh bangun mengamankan gawangnya.
Momentum Boris Kopitovic
Setelah sempat terkurung dalam 15 menit pertama, Bali United mulai menunjukkan kelasnya. Melalui skema serangan balik yang cepat dan mematikan, ritme permainan perlahan beralih ke tangan tuan rumah.
Stadion Dipta akhirnya bergemuruh pada menit ke-29. Berawal dari umpan silang terukur, Boris Kopitovic menunjukkan kelasnya sebagai predator kotak penalti. Sundulan maut pemain asal Montenegro ini gagal diantisipasi oleh Muchamad Aqil Savik, mengubah papan skor menjadi 1-0.
Dominasi Kopitovic tidak berhenti di sana. Penampilan agresifnya membuat lini belakang Bhayangkara FC kocar-kacir. Bali United pun menutup babak pertama dengan keunggulan dua gol yang membuat mereka berada di atas angin.
Balasan Sidibe dan Agresivitas Tak Terbendung
Memasuki interval kedua, Bhayangkara FC mencoba bangkit. Hasilnya, pada menit ke-62, Moussa Sidibe menunjukkan aksi individu berkelas.
Striker haus gol ini melewati dua bek Bali United sebelum melepaskan sontekan akurat ke pojok kiri gawang. Gol ke-14 Sidibe musim ini sempat memperkecil kedudukan menjadi 2-1 dan memberi harapan bagi tim tamu.
Namun, alih-alih tertekan, gol tersebut justru memantik amarah Serdadu Tridatu. Tak ingin malu di depan pendukung sendiri dalam laga kandang pamungkas, Bali United tampil lebih agresif.
Aliran serangan yang makin deras dan efektivitas dalam memaksimalkan peluang akhirnya memastikan skor berakhir dengan kemenangan mencolok 4-1.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Bali United untuk menutup musim dengan kepala tegak, sembari membuktikan bahwa Stadion Dipta masih memberi Kesan angker bagi tim tamu. [*]
Editor : Hari Puspita