GIANYAR, Radar Bali.id – Kiprah Bali United Youth di ajang Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026 resmi ditutup pada Minggu (17/5/2026).
Baca Juga: Beda dengan U-16, Dominasi Sempurna Bali United U-18 Jadi Sorotan di Ajang Youth di EPA Super League
Meski musim ini berakhir tanpa trofi, manajemen Bali United memastikan para pemain muda mereka tetap pulang membawa "bekal" berharga.
Bertempat di Bali United Cafe, punggawa U16, U18, dan U20 tidak hanya melakukan evaluasi teknis, tetapi juga menerima sosialisasi dari Polres Gianyar mengenai bahaya media sosial. Langkah ini diambil untuk membentengi pemain muda dari jeratan judi online, pinjol ilegal, hingga ujaran kebencian.
“Pemain muda ini adalah wajah masa depan klub. Mereka harus paham batasan dalam bermedia sosial agar tidak merugikan karier dan diri sendiri,” tegas Manajer Bali United Youth, Richi Kurniawan.
Secara statistik, performa Serdadu Tridatu muda musim ini cukup kompetitif. Tim U16 finis di peringkat ketiga, sementara U18 dan U20 mengunci posisi keempat di grup masing-masing.
Pelatih Kepala, Johnny Jansen, meminta anak asuhnya tidak berkecil hati. “Teruslah berjuang dan dengarkan arahan pelatih. Target kalian jelas: menembus tim utama Bali United seperti Kadek Arel atau Made Tito,” pesan pelatih asal Belanda tersebut.[*]
Editor : Hari Puspita