RADAR BALI – Evaluasi besar-besaran dipastikan bakal mewarnai internal Bali United menjelang berakhirnya kompetisi BRI Liga 1 musim 2025/2026.
Berdasarkan data terkini dari Transfermarkt dan laporan menjelang akhir musim 2025/2026, terdapat 7 pemain Bali United yang masa kontraknya akan habis pada akhir musim ini (Mei – Juni 2026). Situasi ini memaksa manajemen bergerak cepat demi menyusun kerangka tim menyongsong musim depan.
Pelatih Bali United Johnny Jansen tampaknya harus segera mengambil keputusan krusial bersama manajemen, apakah akan menyodorkan perpanjangan kontrak atau merelakan para pemain ini pergi secara gratis di bursa transfer mendatang.
Teka-teki mengenai masa depan pilar Serdadu Tridatu sedikit terkuak dari pernyataan sang juru taktik. Pelatih Johnny Jansen hanya memastikan para pemainnya sudah tahu seperti apa masa depannya nanti di Bali United.
“Para pemain sudah tahu posisi mereka, apakah akan tetap bertahan, atau meninggalkan tim,” kata Pelatih Johnny Jansen.
Yang jelas, menurut juru taktik yang akrab disapa Jo Jansen tersebut, semua hal strategis mengenai kepastian nasib skuad telah dibicarakan secara transparan dengan para pemain yang bersangkutan.
Merujuk pada rapor performa dan durasi kerja, komposisi legiun asing menjadi sektor yang paling banyak menyita perhatian. Dari kuota yang ada, lima pemain impor terancam angkat kaki jika tidak segera mendapatkan kesepakatan baru.
Di posisi gelandang, nama Teppei Yachida (Gelandang Serang) dan Diego Campos (Sayap Kiri) menjadi dua nama yang masa baktinya paling cepat kedaluwarsa, yakni pada 31 Mei 2026.
Yachida tampil sangat impresif sepanjang musim sebagai motor serangan dengan catatan 5 gol serta akurasi passing yang mencapai 83 persen di lini tengah.
Sementara Diego Campos yang baru merapat di paruh musim langsung tampil subur lewat torehan 4 gol dan 3 assist dari 12 penampilan sebelum akhirnya dihantam cedera parah pada akhir April lalu saat melawan PSM Makassar.
Tiga pemain asing lainnya akan menyusul habis kontrak pada 30 Juni 2026. Mereka adalah Mirza Mustafic (Gelandang Serang) yang penampilannya musim ini kurang maksimal akibat problem kebugaran. Dia hanya menyumbang 1 assist dari minimnya menit bermain yang didapatkan.
Selain itu, duo gelandang pengangkut air penjaga pertahanan, Brandon Wilson (Gelandang Bertahan) yang mencatatkan rata-rata 3,2 tackle sukses per laga, dan Tim Receveur (Gelandang Bertahan) dengan kontribusi 2,8 tackle serta akurasi passing 79 persen saat dipercaya memutus aliran serangan lawan.
Sementara itu di barisan pemain lokal, manajemen juga dihadapkan pada pilihan sulit. Bek sayap kiri andalan Yusuf Meilana (Bek Kiri) akan habis kontrak pada 31 Mei 2026.
Eks pemain Persik Kediri ini terbilang tampil stabil dan solid saat dipercaya mengawal sektor pertahanan lewat catatan total 42 tackle bersih dan kontribusi 2 assist saat membantu serangan.
Satu nama lokal lain yang kontraknya rampung pada 30 Juni 2026 adalah penyerang sayap senior Muhammad Rahmat (Sayap Kiri). Pemain berjuluk "The Flash" tersebut mulai mengalami penurunan menit bermain musim ini.
Rahmat lebih banyak berperan sebagai pemain pengganti akibat faktor usia dan ketatnya persaingan di sektor winger, dengan sumbangsih 1 gol dan 1 assist sepanjang musim 2025/2026.
Keputusan akhir kini berada di tangan manajemen dan Jo Jansen. Kebijakan mempertahankan pemain pilar atau melakukan peremajaan skuad total akan menjadi penentu prestasi Bali United dalam menatap persaingan sengit di kompetisi musim depan.***
Editor : Ibnu Yunianto