Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sebut Tim Masih Fase Transisi, Ini Jurus Johnny Jansen untuk Mengarungi Musim Kompetisi 2026/2027 Mendatang

Andre Sulla • Kamis, 28 Mei 2026 | 04:49 WIB
SIAPKAN JURUS UNTUK MUSIM MENDATANG : Pelatih kepala Johnny Jansen bersama Bali United. (Miftahuddin/Radar Bali)
SIAPKAN JURUS UNTUK MUSIM MENDATANG : Pelatih kepala Johnny Jansen bersama Bali United. (Miftahuddin/Radar Bali)

DENPASAR, Radar Bali.id –Pelatih kepala Johnny Jansen bersama Bali United di panggung Super League 2026 berakhir anti-klimaks. Alih-alih bertarung di jalur juara, Juru taktik asal Belanda ini pun harus memutar otak untuk persiapan kompetisi 2026-2027 mendatang.

Baca Juga: Target Bali United di Papan Atas Meleset , Cuma di Peringkat ke-8, Ini Penjelasan Jansen

Maklum. sepanjang musim ini, armada Serdadu Tridatu hanya mampu mengemas 51 poin, hasil dari 14 kali kemenangan, 9 kali hasil imbang, dan dipaksa menelan 11 kali kekalahan.

Menanggapi rapor yang jauh dari ekspektasi semeton Bali tersebut, Johnny Jansen akhirnya buka suara. Eks pelatih klub Liga Belanda ini mengakui performa timnya musim ini belum memuaskan, padahal materi skuad yang ada sejatinya punya magis untuk bersaing di papan atas.

“Kami seharusnya bisa finis lebih baik dari posisi ini. Namun, kami sedang menjalani proses yang panjang, melakukan pengembangan pemain usia muda, dan mencoba membawa tim ini ke arah yang baru,” ujar Johnny Jansen, dikutip dari laman resmi klub, Rabu (27/5/2026).

Arsitek lapangan hijau berusia 50 tahun itu membeberkan sedikitnya ada tiga poin evaluasi krusial yang membuat Bali United limbung musim ini.

Pertama, punggawa Serdadu Tridatu dinilai masih berada dalam fase transisi permainan dan membutuhkan waktu lebih untuk mengadopsi filosofi taktik yang ia usung. Kedua, proses regenerasi dengan mengorbitkan pilar-pilar muda bentukan akademi masih butuh jam terbang agar matang di level tertinggi.

 Ketiga, Jansen menyoroti kedalaman dan kualitas skuad yang dinilai mendesak untuk ditingkatkan jika ingin kembali kompetitif berebut trofi juara.

Jansen yang menakhodai Bali United sejak Juli 2025 itu mengaku setahun belakangan ini menjadi proses adaptasi yang berharga baginya untuk memahami atmosfer sepak bola tanah air. Di waktu yang sama, kemistri antara pemain dan staf pelatih juga perlahan mulai terbangun.

"Saya belajar beradaptasi dengan tim, dan para pemain juga belajar bagaimana metode saya bekerja. Saya pikir tim ini sebenarnya sudah melangkah cukup jauh menuju perubahan yang positif," jelasnya optimis.

Kini, tatapan Jansen langsung dialihkan untuk menyongsong musim depan. Jika manajemen Bali United masih memberikan restu dan mempercayakan kursi kepelatihan kepadanya, Jansen menuntut adanya pergerakan masif di jendela transfer mendatang.

“Saya berharap di musim baru nanti kami bisa mendatangkan beberapa pemain baru yang berkualitas. Saya akan segera duduk bersama dengan manajemen untuk melakukan evaluasi total dan menyiapkan segala sesuatunya demi musim depan,” tutup pelatih asal Negeri Kincir Angin tersebut. [*]

Editor : Hari Puspita
#liga 1 #Super League #bali united